THAILAND, UINSI NEWS,-Pengalaman belajar tidak selalu berlangsung di ruang kelas. Bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI Samarinda, pembelajaran juga dapat hadir melalui perjumpaan langsung dengan praktik industri halal di tingkat internasional.
Hal itu terlihat dalam kunjungan akademik FTIK UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda ke Erawadee, Thailand, Selasa (5/5/2026), sebagai bagian dari rangkaian International Academic Visit ke Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Melalui kunjungan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung pengembangan industri herbal dan kosmetik alami berbasis bahan tradisional Thailand yang telah berkembang sejak 1997.
Di lokasi itu, dosen dan mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan mengenai pemanfaatan bahan alami, pengolahan herbal, pengemasan produk, strategi pemasaran, hingga pentingnya kualitas dan keamanan produk dalam industri halal modern.
Kunjungan tersebut menjadi lebih menarik ketika peserta mengetahui bahwa produk-produk Erawadee telah mengantongi sertifikasi halal di Thailand yang berada di bawah otoritas The Central Islamic Council of Thailand (CICOT).
Bagi peserta, sertifikasi halal tidak hanya dipahami sebagai label administratif, tetapi juga bentuk jaminan kualitas dan kepercayaan konsumen Muslim terhadap produk kesehatan dan kosmetik alami.
Sebagai fakultas yang bergerak di bidang pendidikan dan keguruan, FTIK UINSI Samarinda memandang kunjungan tersebut bukan sekadar wisata industri, melainkan ruang pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik nyata.
Peserta diajak memahami bagaimana pengetahuan tentang herbal, kesehatan, budaya lokal, kewirausahaan, dan nilai kehalalan dapat saling terintegrasi dalam sebuah ekosistem industri.
Di tengah perkembangan industri halal global yang terus tumbuh, pengalaman tersebut dinilai penting untuk memperluas wawasan dosen dan mahasiswa mengenai peluang pembelajaran lintas disiplin.
Dalam sesi kunjungan, peserta diperkenalkan pada berbagai produk berbasis bahan alami yang dikembangkan Erawadee. Penjelasan mengenai bahan baku, proses produksi, desain kemasan, pemasaran, hingga standar halal memberikan gambaran nyata mengenai transformasi produk lokal menjadi bagian dari industri global.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran langsung tentang bagaimana inovasi dapat lahir dari pemanfaatan potensi lokal yang dikembangkan secara profesional dan berorientasi pasar.
Sementara bagi dosen, kunjungan tersebut membuka ruang refleksi tentang pentingnya menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan Islam dan dunia industri memiliki titik temu dalam penguatan nilai etika, kualitas, dan kebermanfaatan sosial.
Melalui pengalaman lapangan seperti itu, FTIK UINSI Samarinda berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga memiliki wawasan global, literasi halal, dan semangat kewirausahaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kunjungan ke Erawadee menjadi salah satu bagian dari komitmen UINSI Samarinda dalam memperluas pengalaman akademik internasional yang kontekstual, inovatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat global.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap industri halal, pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan dapat tumbuh lebih bermakna ketika mampu terhubung langsung dengan praktik kehidupan nyata.#







