Menapak Jejak Dakwah di Singapura, Dosen dan Mahasiswa UINSI Belajar Islam dari Maqam Habib Noh Al Habsyi

SINGAPURA,UINSI NEWS,- Di tengah modernitas dan gemerlap kota metropolitan Singapura, jejak sejarah dakwah Islam tetap hidup melalui keberadaan Maqam Habib Noh Al-Habsyi. Tempat itu bukan hanya menjadi ruang ziarah spiritual, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, keteladanan, dan pembelajaran tentang perjalanan Islam di Asia Tenggara.

Kesadaran itulah yang mendorong Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI Samarinda melaksanakan ziarah edukatif ke maqam Habib Noh bin Muhammad Al-Habsyi pada Selasa (6/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian International Academic Visit dosen dan mahasiswa UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda ke Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Bagi peserta, ziarah itu tidak dimaknai sekadar kunjungan spiritual, tetapi juga ruang pembelajaran sejarah Islam dan keteladanan ulama yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan masyarakat Muslim Singapura.

Melalui kunjungan tersebut, dosen dan mahasiswa diajak mengenal lebih dekat perjalanan dakwah Habib Noh Al-Habsyi yang dikenal luas sebagai ulama kharismatik dengan kehidupan sederhana dan penuh pengabdian kepada masyarakat.

Di kawasan Asia Tenggara, nama Habib Noh tidak hanya dikenang sebagai tokoh agama, tetapi juga simbol dakwah yang mengedepankan kelembutan, kasih sayang, dan kedekatan dengan masyarakat kecil.

Bagi FTIK UINSI Samarinda, pengalaman seperti itu menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter dan pembelajaran kontekstual bagi calon pendidik.

“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung, refleksi sejarah, dan perjumpaan dengan nilai-nilai keteladanan,” demikian semangat yang dibangun dalam kegiatan tersebut.

Melalui ziarah edukatif itu, peserta diajak memahami bahwa sejarah dakwah Islam di Asia Tenggara berkembang melalui pendekatan yang damai, humanis, dan dekat dengan budaya masyarakat.

Nilai-nilai seperti adab, spiritualitas, penghormatan terhadap ulama, keikhlasan, serta pengabdian sosial menjadi pelajaran penting yang dapat diintegrasikan dalam pendidikan Islam masa kini.

Kegiatan tersebut juga membuka ruang refleksi bagi mahasiswa tentang pentingnya membangun karakter pendidik yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

Di tengah dunia pendidikan yang terus bergerak ke arah modernisasi dan digitalisasi, pengalaman spiritual dan sejarah dinilai tetap relevan untuk menjaga dimensi kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

Bagi mahasiswa, perjalanan itu menghadirkan pengalaman berbeda—bahwa pembelajaran dapat tumbuh dari ruang-ruang sejarah, perjalanan budaya, dan jejak perjuangan para ulama.

Melalui kegiatan tersebut, FTIK UINSI Samarinda berharap dosen dan mahasiswa dapat mengambil inspirasi dari perjalanan hidup Habib Noh Al-Habsyi, terutama dalam hal ketulusan dakwah, kepedulian sosial, dan dedikasi terhadap umat.

Ziarah edukatif ini sekaligus menjadi bagian dari langkah UINSI Samarinda memperluas pengalaman akademik internasional yang tidak hanya berorientasi pada penguatan kelembagaan, tetapi juga pada penguatan spiritualitas, sejarah Islam, dan pendidikan karakter di tengah masyarakat Muslim Asia Tenggara.

Di tengah dunia yang semakin modern dan serba cepat, perjalanan itu mengingatkan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga menumbuhkan hikmah, adab, dan kesadaran kemanusiaan.#

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»