MALAYSIA,UINSI NEWS,- Di tengah arus digitalisasi pendidikan, perpustakaan tetap menjadi ruang penting dalam membangun tradisi intelektual dan budaya akademik perguruan tinggi. Kesadaran itulah yang mendorong Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UINSI Samarinda melakukan kunjungan akademik ke Perpustakaan Universiti Sains Islam Malaysia pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian International Academic Visit dosen dan mahasiswa UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda ke Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Melalui kunjungan itu, dosen dan mahasiswa diajak melihat secara langsung bagaimana perpustakaan modern dikelola sebagai pusat literasi akademik, pengembangan keilmuan, dan pendukung aktivitas pendidikan tinggi.
Bagi FTIK UINSI Samarinda, perpustakaan tidak hanya dipahami sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang strategis dalam membangun budaya membaca, menulis, riset, dan penguatan tradisi ilmiah sivitas akademika.
Dalam kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai layanan dan fasilitas perpustakaan yang mendukung proses pembelajaran dan penelitian di lingkungan USIM Malaysia.
Mulai dari pengelolaan sumber belajar, akses literatur digital, layanan informasi akademik, hingga pemanfaatan teknologi perpustakaan menjadi bagian dari pengalaman belajar yang diperoleh peserta.
Kegiatan itu juga membuka wawasan dosen dan mahasiswa mengenai pentingnya literasi informasi di era digital yang semakin menuntut kemampuan mengakses, memilah, dan memanfaatkan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
“Perpustakaan hari ini bukan hanya ruang membaca, tetapi pusat pengembangan pengetahuan dan budaya akademik,” demikian semangat yang dibangun dalam kunjungan tersebut.
Sebagai fakultas yang bergerak di bidang pendidikan dan keguruan, FTIK UINSI Samarinda memandang penguatan budaya literasi sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Karena itu, pengalaman melihat langsung pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi internasional diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan ekosistem akademik yang lebih inovatif dan adaptif.
Bagi mahasiswa, kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru tentang bagaimana perpustakaan dapat menjadi ruang kolaborasi, eksplorasi gagasan, dan pengembangan kreativitas akademik.
Sementara bagi dosen, pengalaman itu membuka ruang refleksi mengenai pentingnya penguatan literasi akademik sebagai bagian dari peningkatan mutu pembelajaran dan penelitian di perguruan tinggi.
Di tengah tantangan banjir informasi digital, kemampuan literasi informasi dinilai semakin penting agar sivitas akademika tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga mampu menghasilkan pengetahuan yang berkualitas dan bermanfaat.
Melalui kunjungan ke Perpustakaan Universiti Sains Islam Malaysia, FTIK UINSI Samarinda berharap dosen dan mahasiswa dapat memperluas wawasan internasional sekaligus memperkuat budaya akademik yang literat, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan mutu pendidikan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen UINSI Samarinda dalam menghadirkan pengalaman akademik internasional yang tidak hanya berfokus pada mobilitas pendidikan, tetapi juga penguatan tradisi intelektual dan pengembangan sumber daya manusia di era global.#






