SAMARINDA, UINSI NEWS – Kompleksitas problem psikologis dan pemulihan kesehatan mental (mental health) di era digital menuntut adaptasi yang cepat dari dunia akademik. Merespons tantangan tersebut, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda bersama rumpun Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) dari tiga Perguruan Tinggi Umum (PTU) yakni dari Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar program Lecturer Exchange: Guest Lecturers.
Program kolaboratif ini dirancang sebagai wadah diseminasi kepakaran lintas institusi guna memperkaya khazanah keilmuan mahasiswa, sekaligus menjawab kebutuhan penanganan kesehatan mental masyarakat yang semakin kompleks melalui penguatan kurikulum yang inklusif dan adaptif.
Melalui agenda ini, terjadi dialektika akademik yang mempertemukan sekaligus mengintegrasikan pendekatan konvensional dan spiritual dalam rumpun ilmu bimbingan dan konseling. Implementasi pertukaran dosen ini mencakup sebaran mata kuliah (MK) spesifik yang menguji kompetensi teoretis maupun praktis mahasiswa di masing-masing kampus mitra:
a. Delegasi UINSI Samarinda memberikan Kontribusi nyata ditunjukkan oleh Dr. Nur Kholik Afandi, M.Pd. memberikan penguatan makro pada level pascasarjana melalui MK Model Konseling Spiritual dan Religius di program S3 UNESA. Sementara Rudy Hadi Kusuma, M.Pd. mengampu MK Mikro Konseling dan BK Remaja di UNTIRTA. Adapun Dr. Sai Handari, M.Pd pada mata Kuliah BK Di SD di Universitas Mulawarman, dan M. Hasan Abdillah, M.Psi pada mata kuliah Statistika di UNMUL.
b. Delegasi UNESA & UNTIRTA: Dr. Ari K., S.Pd., M.Pd. (UNESA) memperkuat basis metodologi mahasiswa UINSI melalui MK Pemahaman Individu Teknik Tes dan Non-Tes di UINSI Samarinda, sekaligus mengajar MK Teori-Teori Konseling di UNMUL. Dari UNTIRTA, Raudah Z. D., M.Pd. turut memperkaya wawasan mahasiswa mitra melalui pengajaran spesifik pada MK Pribadi Sosial di UNMUL dan MK Teori Konseling di UINSI Samarinda.
c. Delegasi UNMUL: Kontribusi ilmiah dari Universitas Mulawarman diarahkan untuk memperluas cakrawala kultural dan etik di UINSI Samarinda melalui Dr. Dydik Kurniawan, M.Pd (mata kuliah Statistika), Nuril Hidayanti, M.Pd. (MK Konseling Lintas Budaya) dan Dr. Nanda Alfan Kurniawan, M.Pd. (MK Etika Konseling). Di sisi lain, penguatan metodologis diberikan oleh Dr. Andi Wahyu Irawan, M.Pd. yang mengampu MK Metode Penelitian di UNESA.
Pertemuan lintas akademik ini dilaksanakan secara hybrid. Sesi On-Site (tatap muka) berpusat di rumpun kelas Universitas Mulawarman dan UINSI Samarinda, sementara akses daring (Online) diintegrasikan secara terjadwal dengan memanfaatkan platform Google Meet bersama UNESA dan UNTIRTA).
Bagi prodi BKI dan BK yang terlibat, sinergi ini merefleksikan pencapaian nyata Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya terkait dosen yang berkegiatan di luar kampus serta terciptanya ekosistem kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Dialog ilmiah ini membuktikan bahwa konseling berbasis keagamaan dan konseling saintifik-universal di PTU menjadi formula komplementer demi mencetak konselor masa depan yang adaptif dan humanis.
Melalui momentum Lecturer Exchange ini, UINSI Samarinda bersama jajaran PTU mitra berkomitmen untuk terus mengeskalasi mutu Tri Dharma, memperluas peluang riset bersama (joint research) di bidang konseling, serta merawat tradisi akademik yang progresif demi mencetak lulusan yang berdaya saing global.
Penulis: Dr. Sai Handari, M.Pd.
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)








