SAMARINDA, UINSI NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda mengikuti kegiatan kelas lapangan mata kuliah Pengembangan Masyarakat dan Analisis Problem Sosial di Sekolah Sungai Karang Mumus (SeSuKaMu), Lempake, Samarinda, Rabu (22/4).
Kegiatan tersebut didampingi oleh dosen pengampu, Livi Husnia Aidatul Fitroti, S.Sos., M.A., dan Di Ajeng Laily, S.Sos., M.Si., M.Psi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memahami secara langsung keterkaitan antara problem sosial, pembangunan, dan keberlanjutan lingkungan, khususnya pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Kegiatan diawali dengan diskusi interaktif bersama Bang Iyau Tupang dan Bang Misman selaku pegiat SeSuKaMu. Dalam diskusi tersebut, mahasiswa diajak mencermati berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan sungai, termasuk dampak pembangunan terhadap ruang hidup masyarakat dan ekosistem di sekitarnya.
Para narasumber menyoroti bahwa pendekatan pembangunan yang terlalu berpusat pada manusia atau human centered kerap mengabaikan keberlanjutan lingkungan serta keberlangsungan hidup makhluk lain. Padahal, sungai tidak hanya berfungsi sebagai sumber kehidupan bagi manusia, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi berbagai ekosistem di dalam dan di sekitarnya.
Bang Iyau Tupang menegaskan bahwa kerusakan lingkungan pada dasarnya bermula dari perampasan ruang hidup bagi setiap makhluk. Ketika sungai kehilangan daya dukung ekologisnya, maka kehidupan makhluk di dalam sungai maupun masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran turut mengalami ancaman.
Dalam perspektif pembelajaran agama, ia juga menekankan bahwa pembangunan ideal seharusnya berorientasi pada prinsip rahmatan lil ‘alamin, yaitu membawa manfaat, keberkahan, dan kemaslahatan bagi seluruh alam semesta, bukan hanya bagi kepentingan manusia semata.
Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan observasi lapangan di kawasan DAS sekitar SeSuKaMu. Mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi lingkungan, dinamika sosial masyarakat bantaran sungai, serta berbagai praktik konservasi yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sungai.
Melalui kegiatan kelas lapangan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu membaca realitas sosial dan ekologis secara langsung. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk melihat bahwa pembangunan harus dilakukan secara berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada kelestarian lingkungan.
Penulis: Livi Husnia Aidatul Fitroti, S.Sos., M.A.
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)






