Agus Prajitno Tekankan Pentingnya Profesionalisme dan Tata Kelola Modern dalam Penyelenggaraan Kurban

 

SAMARINDA, UINSI NEWS,-Pelaksanaan ibadah kurban di era modern tidak cukup hanya berorientasi pada penyembelihan hewan semata, tetapi juga membutuhkan tata kelola yang profesional, tertib, dan akuntabel. Hal tersebut disampaikan narasumber kedua webinar “Spirit Literasi Idul Kurban: Refleksi Pengorbanan, Iman, Ilmu, dan Kepedulian Sosial”, Agus Prajitno, S.Si.T., M.Eng., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Masjid SAMS UINSI Samarinda.

Dalam paparannya, Agus Prajitno mengangkat tema tentang manajemen dan tata tertib penyelenggaraan kurban. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan kurban tidak hanya ditentukan oleh banyaknya hewan yang disembelih, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan, transparansi, dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, penyelenggaraan kurban yang baik harus dimulai dari perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut meliputi penetapan waktu, lokasi, strategi pelaksanaan, hingga pembagian alur kerja kepanitiaan agar kegiatan berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan syariat.

“Penyelenggaraan kurban harus dikelola secara profesional dan tertib. Mulai dari perencanaan, kepanitiaan, administrasi, distribusi, hingga evaluasi kegiatan,” ujarnya.

Ia kemudian memaparkan konsep 13 tertib penyelenggaraan kurban yang selama ini diterapkan dalam pengelolaan kurban di lingkungan Masjid SAMS UINSI Samarinda.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah pentingnya pembentukan kepanitiaan yang jelas dan terstruktur melalui surat keputusan atau surat tugas resmi dari lembaga. Menurutnya, legalitas kepanitiaan menjadi bagian penting dalam membangun tanggung jawab dan koordinasi kerja yang baik.

Selain itu, panitia juga perlu diberikan pemahaman tentang fikih kurban, tata niat, serta semangat keikhlasan dalam membantu pelaksanaan ibadah kurban para mudhahhi atau peserta kurban.

“Panitia bukan sekadar bekerja secara teknis, tetapi juga menjalankan amanah ibadah. Karena itu, harus dibangun dengan ilmu, tanggung jawab, dan niat yang benar,” katanya.

Agus Prajitno juga menekankan pentingnya survei pengadaan hewan kurban untuk memastikan kualitas, kesehatan, serta kesesuaian harga hewan yang akan dibeli masyarakat. Hal ini dinilai penting agar proses kurban berjalan sesuai syariat dan memberikan rasa aman bagi para peserta kurban.

Di era digital saat ini, publikasi dan penjaringan mudhahhi juga dinilai semakin penting. Informasi pelaksanaan kurban, menurutnya, perlu disampaikan secara terbuka melalui berbagai media agar masyarakat mengetahui proses penyelenggaraan secara transparan dan dapat ikut berpartisipasi.

Selain tertib administrasi dan keuangan, ia juga menyoroti pentingnya pendataan penerima daging kurban agar distribusi benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan ketimpangan sosial di masyarakat.

“Distribusi daging kurban harus dilakukan secara adil, tertib, dan mengutamakan masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Tak kalah penting, Agus Prajitno mengingatkan perlunya menjaga kebersihan lingkungan pasca penyembelihan hewan kurban. Menurutnya, kebersihan area penyembelihan menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Dalam sesi pemaparannya, ia juga menjelaskan pentingnya inventarisasi alat, evaluasi kegiatan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat dan lembaga penyelenggara.

Menariknya, Agus Prajitno turut menekankan pentingnya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban, termasuk para mudhahhi, panitia, relawan, dan masyarakat pendukung kegiatan.

“Spirit kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga membangun kebersamaan, pelayanan sosial, dan budaya gotong royong,” tuturnya.

Paparan tersebut mendapat respons positif dari peserta webinar karena dinilai memberikan wawasan praktis mengenai tata kelola kurban modern yang profesional namun tetap berlandaskan nilai-nilai syariat dan kemanusiaan.

Webinar berlangsung hangat dan interaktif hingga akhir sesi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keagamaan sekaligus membangun kesadaran sosial masyarakat melalui momentum Idul Adha.#

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»