SAMARINDA, UINSI NEWS — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar pengarahan teknis bagi calon mahasiswa baru yang dinyatakan lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026 pada Program Studi Sistem Informasi. Rabu (3/6).
Acara yang dilangsungkan secara daring via Zoom Meeting ini dibuka resmi oleh Kepala Pusat Informasi dan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UINSI, Dr. Muhammad Ridho Muttaqin, M.Pd.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UINSI Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon mahasiswa baru yang berhasil menembus jalur SNBT. Beliau berharap pilihan program studi ini menjadi langkah yang mantap dalam menata masa depan.
“Selamat atas kelulusan anak-anak semuanya. Semoga pilihannya kokoh tertanam dalam-dalam. Di Kalimantan Timur, UINSI adalah satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Ini adalah pilihan yang tepat, sejalan dengan esensi Surah Al-Fatihah, ‘Tunjukkanlah kami jalan yang lurus’. Selamat menggapai cita-cita di UINSI Samarinda,” ujar Prof. Nasir.
Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Akademik, Ahmad Mahyuddin, S.Ag., M.Pd., menambahkan bahwa tahapan pasca-kelulusan mencakup pengarahan awal dan pendaftaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Proses pengisian data UKT ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 4 hingga 11 Juni 2026.
Ahmad Mahyuddin menekankan pentingnya kejujuran dalam pengisian data profil finansial orang tua. Seluruh berkas pendukung, seperti slip gaji, kondisi riil di lapangan, hingga sertifikat prestasi akademik maupun non-akademik semasa sekolah, diharapkan dilampirkan apa adanya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan skema khusus bagi warga lokal melalui program beasiswa dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“KTP dan KK menjadi dokumen yang sangat krusial bagi warga Provinsi Kalimantan Timur yang ingin mendapatkan program ‘GratisPol’. Syaratnya, minimal telah menetap selama 3 tahun terhitung sejak 31 Desember 2023,” jelas Ahmad Mahyuddin.
“Berapa pun besaran UKT yang ditetapkan nanti, tidak usah khawatir untuk membayar selama syarat dan ketentuan terpenuhi. Biaya kuliah akan ditanggung penuh selama 8 semester bagi warga Kaltim, dengan catatan wajib mendaftar pada link Program GratisPol. Sementara bagi warga di luar Kaltim, harap mengisi data dengan sangat teliti agar nominal UKT yang diterima betul-betul sesuai dengan kondisi objektif,” lanjutnya.
Untuk menjaga transparansi dan efisiensi komunikasi, segala bentuk pertanyaan maupun kendala teknis diarahkan untuk disampaikan melalui grup WhatsApp koordinasi resmi yang sudah ada agar dapat disimak bersama oleh seluruh calon mahasiswa.
Menutup sesi pengarahan, Yogi Rachmat Santosa selaku perwakilan tim teknis Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UINSI Samarinda, memaparkan panduan pembuatan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) sebagai identitas resmi perkuliahan.
Calon mahasiswa diwajibkan mengakses laman resmi uinsi.ac.id/nim/ untuk melakukan proses generate NIM. Seluruh kolom isian mulai dari nama peserta, NIK, tanggal lahir, email aktif, nama ibu kandung, NISN, hingga kode captcha harus diisi secara lengkap dan valid.
“Jangan lupa untuk mengambil tangkapan layar (screenshot) saat NIM sudah berhasil keluar. NIM ini akan digunakan sebagai identitas resmi selama berkuliah di UINSI hingga lulus nanti. Setelah memegang NIM, langkah berikutnya adalah mengakses laman ukt.uinsi.ac.id untuk masuk (log in) dan melengkapi biodata diri sebelum mengunggah berkas-berkas persyaratan yang diminta,” urai Yogi.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati




