SAMARINDA, UINSI NEWS – Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, UINSI Festival 2026. Mengusung tema “Meningkatkan Kapasitas dan Integritas untuk Mewujudkan Figur yang Progresif dan Berdaya Saing”, festival ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi mahasiswa untuk mengasah bakat, kreativitas, dan sportivitas di lingkungan kampus. Rabu, (3/6).
Ketua Panitia UINSI Festival 2026, Ibrahim, dalam laporan singkatnya menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar ajang berburu gelar juara. Lebih dari itu, festival ini menjadi ruang pembuktian keberanian bagi mahasiswa.
“Setiap prestasi besar selalu diawali keberanian untuk melangkah. UINSI Festival adalah ruang bagi mahasiswa untuk berani mencoba, berani berkarya, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Ibrahim selaku ketua panitia.
Senada dengan Ibrahim, Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda, Aditya Himawan, menegaskan dukungan penuh dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Menurutnya, konsistensi pelaksanaan festival yang telah bergulir sejak tahun 2021 ini merupakan langkah strategis untuk memetakan potensi mahasiswa di kancah daerah, nasional, maupun internasional.
Apresiasi tinggi datang dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UINSI Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Tahir, S.Ag., MM. Dalam sambutannya, beliau memuji ketangguhan panitia dan DEMA yang mampu mengeksekusi acara besar ini hanya dalam waktu persiapan dua minggu, bahkan tanpa sokongan anggaran khusus.
“Di era manajemen modern, salah satu cirinya adalah fleksibilitas. Tidak ada waktu, hari, atau tempat yang baku. Kita harus siap menghadapi perubahan yang cepat dan mendadak,” kata Prof. Muhammad Tahir.
Beliau kemudian merefleksikan sebuah kisah nyata saat pengamanan kunjungan Presiden RI di Bontang, di mana sebuah panggung kaca megah yang telah disiapkan berbulan-bulan terpaksa dibongkar total dalam semalam demi alasan keamanan.
“Poinnya adalah adaptabilitas. Dan Alhamdulillah, panitia UINSI Festival tahun ini teruji. Mereka sanggup melaksanakan kegiatan ini dengan matang meski dalam waktu yang sangat singkat. Ini luar biasa,” tambahnya disambut tepuk tangan hadirin.
Menatap pelaksanaan tahun depan, Prof. Muhammad Tahir berkomitmen untuk mempersiapkan UINSI Festival secara lebih matang, memperjuangkan alokasi anggaran, serta memperluas kepesertaan. Rencananya, festival mendatang tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga membuka ruang kompetisi khusus bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di wilayah Kalimantan Timur.
Lebih lanjut, pihak lembaga menegaskan bahwa para pemenang UINSI Festival 2026 akan mendapatkan prioritas utama untuk mewakili kampus di berbagai kompetisi eksternal. UINSI Samarinda mencatatkan rekam jejak aktif dalam mengirimkan delegasinya ke berbagai ajang, mulai dari (SAIBA) Internasional di Padang, Pekan Olahraga Mahasiswa (POMNas) di Jawa Tengah, hingga berbagai kompetisi di bawah naungan Kementerian Agama seperti OASE dan PESONA.
Dalam waktu dekat, perhatian UINSI Samarinda juga akan tertuju pada persiapan ajang Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Banjarmasin setelah sebelumnya direncanakan di Pontianak.
“BUAF tahun ini membutuhkan talenta mahasiswa, khususnya dalam penulisan artikel jurnal ilmiah. Karena lokasinya di Banjarmasin dan dapat ditempuh melalui jalur darat, kita berkomitmen untuk mengirimkan delegasi dalam jumlah yang lebih besar,” pungkas Prof. Muhammad Tahir memotivasi para mahasiswa.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati




