SAMARINDA, UINSI NEWS – Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecturer sebagai bagian dari rangkaian Program Lecturer Exchange Prodi BKI Tahun 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Raudah Zaimah Dalimunthe, M.Pd., Dosen Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten, dengan mengangkat tema “Eksistensi Teori Konseling dalam Membangun Resiliensi di Tengah Dinamika Psikososial Masyarakat.”
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 1 Juni 2026, pukul 08.00–10.00 WIB atau 09.00–11.00 WITA. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa BKI semester 2 lokal 1 dan 2 sebagai pengganti pertemuan ke-15 mata kuliah Teori-Teori Pendekatan Konseling 1 yang diampu oleh Dr. Sai Handari, M.Pd. dan Rudy Hadi Kusuma, M.Pd.
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Nesa Muhaini, mahasiswa BKI semester 2, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UINSI Samarinda. Sambutan sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi disampaikan oleh Koordinator Program Studi BKI, Dr. Sai Handari, M.Pd. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Muhammad Zaky Zahran, mahasiswa BKI semester 2.
Memasuki sesi inti, kegiatan dipandu oleh Anisatul Ullia Ningrum, mahasiswa BKI semester 2, selaku moderator. Moderator mengawali sesi dengan membacakan curriculum vitae narasumber sebelum dilanjutkan dengan penyampaian materi.
Raudah Zaimah Dalimunthe, M.Pd. merupakan akademisi sekaligus praktisi di bidang Bimbingan dan Konseling. Selain sebagai dosen BK FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, narasumber juga memiliki pengalaman sebagai konselor di UPA BK Untirta serta memiliki kepakaran dalam layanan konseling remaja, asesmen psikologi, akademik, dan penelitian.
Dalam paparannya, Raudah Zaimah Dalimunthe, M.Pd. menyampaikan bahwa dinamika kehidupan masyarakat saat ini menuntut individu memiliki kemampuan resiliensi, yakni kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari tekanan psikologis maupun sosial.
Menurutnya, kesehatan mental tidak selalu dimaknai sebagai kondisi ketika seseorang harus selalu bahagia atau tidak pernah mengalami kesedihan. Kesehatan mental justru berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengelola emosi, menghadapi tekanan, serta melakukan regulasi diri secara tepat.
Narasumber juga memperkenalkan konsep kontinum kesehatan mental yang menggambarkan bahwa kondisi mental individu dapat bergerak dari masalah kesehatan mental, gangguan mental, hingga kondisi kesehatan mental yang positif. Pemahaman ini dinilai penting bagi calon konselor agar mampu memahami kondisi konseli secara komprehensif, tidak terburu-buru memberikan label, serta dapat menentukan pendekatan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan konseli.
Selain penguatan konseptual, kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman praktis melalui latihan afirmasi positif dan teknik sederhana untuk menenangkan diri, seperti butterfly hug, relaksasi otot, pengaturan napas, serta ungkapan terima kasih kepada tubuh dan diri sendiri. Latihan tersebut menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan konseling dapat membantu individu membangun kesadaran diri, menerima pengalaman emosional, dan mengembangkan ketahanan psikologis dalam menghadapi persoalan kehidupan.
Melalui kegiatan Lecturer Exchange ini, Prodi BKI UINSI Samarinda terus berupaya memperkuat atmosfer akademik, memperluas jejaring kolaborasi keilmuan antarperguruan tinggi, serta meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa.
Kegiatan yang mempertemukan UINSI Samarinda dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa mengenai relevansi teori konseling dalam kehidupan nyata, khususnya dalam membantu individu dan masyarakat membangun resiliensi di tengah perubahan sosial, tekanan psikologis, dan tantangan kehidupan modern.
Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam UINSI Samarinda berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi calon konselor yang adaptif, reflektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Penulis: Rudy Hadi Kusuma, M.Pd.
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)








