SAMARINDA, UINSI NEWS– Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan pesantren melalui kegiatan sosialisasi dan promosi penerimaan mahasiswa baru. Kegiatan ini dilaksanakan di dua pondok pesantren di Kalimantan Timur, yaitu Pondok Pesantren Tanzilul Hakim Samarinda pada Rabu (15/7/2026) dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Al-Jamil Muara Badak pada Kamis (16/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UINSI Samarinda dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi para santri serta membangun kolaborasi berkelanjutan antara kampus dan pondok pesantren dalam mencetak generasi unggul yang berilmu dan berakhlak.
Pada kegiatan di Pondok Pesantren Tanzilul Hakim Samarinda, Kepala Bagian Umum dan Akademik UINSI Samarinda, Ahmad Mahyuddin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi antara kampus dan pondok pesantren merupakan langkah strategis dalam penyediaan sumber daya manusia yang unggul melalui akses pendidikan tinggi.
Menurutnya, sinergi yang dibangun antara UINSI Samarinda dan pondok pesantren diharapkan dapat membuka jalan yang lebih luas bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia juga mengajak para santri untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas diri dan memperluas peluang di masa depan.
Pengasuh Pondok Pesantren Tanzilul Hakim Samarinda, Ibnu Mulkam Al-Banjari, menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan motivasi kepada para santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Ia menyampaikan bahwa pendidikan tinggi merupakan salah satu jalan menuju kesuksesan karena dapat membuka lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan kredibilitas seseorang di tengah tuntutan dunia yang semakin kompetitif. Menurutnya, para santri memiliki modal dasar keilmuan yang kuat sehingga sangat berpeluang untuk berhasil ketika melanjutkan studi di perguruan tinggi, khususnya di UINSI Samarinda.
“Santri sudah memiliki dasar ilmu agama yang kuat, sehingga ketika melanjutkan pendidikan ke UINSI, mereka tidak memulai dari nol. Ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Selain itu, pihak pondok pesantren juga menyambut baik upaya kolaborasi yang dilakukan UINSI Samarinda dalam membuka jalan bagi para santri untuk mengakses pendidikan tinggi.
Sementara itu, pada hari kedua, tim UINSI Samarinda melanjutkan kegiatan sosialisasi ke Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Al-Jamil Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Ahmad Mahyuddin, M.Pd. memperkenalkan sejarah dan asal-usul nama Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yang diambil dari nama Sultan Aji Muhammad Idris, salah satu tokoh penting Kesultanan Kutai yang dikenal atas kontribusinya dalam penyebaran Islam di Kalimantan Timur.
Ia juga mengajak para santri untuk melanjutkan pendidikan di UINSI Samarinda yang menawarkan biaya pendidikan yang terjangkau, bahkan tersedia berbagai skema pembiayaan dan program kuliah gratis melalui jalur-jalur tertentu. Selain itu, ia menjelaskan berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, seperti Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk (UM-PTKIN), dan Ujian Mandiri (UMAN-PTKIN), serta program Gratispol yang menjadi salah satu peluang bagi calon mahasiswa untuk memperoleh pendidikan tinggi secara gratis.
Pada kedua kegiatan tersebut, materi sosialisasi disampaikan oleh Dr. Muhammad Ridho Muttaqien, M.Pd., selaku Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (Kapus PMB) UINSI Samarinda. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai informasi mengenai fasilitas kampus, sistem dan teknis perkuliahan, tata cara pendaftaran, profil fakultas, program studi, hingga berbagai prestasi mahasiswa UINSI Samarinda di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para santri dan santriwati yang antusias menggali informasi mengenai dunia perkuliahan, peluang beasiswa, serta prospek karier lulusan UINSI Samarinda.
Melalui kegiatan ini, UINSI Samarinda berharap terjalin kerja sama yang semakin erat dengan pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
Dengan sinergi antara kampus dan pesantren, UINSI Samarinda terus berkomitmen menjadi rumah besar pendidikan tinggi Islam yang inklusif dan berkualitas, sekaligus menjadi pilihan utama para santri dalam melanjutkan pendidikan menuju masa depan yang lebih cerah.
Penulis: Lutfi Irawan











