Rektor UINSI Dorong Wisudawan Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat dan Pencipta Solusi

SAMARINDA, UINSI NEWS – Sebanyak 871 wisudawan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang berlangsung khidmat. Momentum ini menjadi penanda penting atas perjalanan akademik para lulusan sekaligus awal langkah baru dalam menghadapi dunia yang terus berubah.

Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda berpesan kepada para wisudawan untuk tidak berhenti belajar, menjaga ketawadhuan, serta mampu memberikan solusi bagi masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Rektor pada pelaksanaan wisuda UINSI Samarinda, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. H. Alimuddin, M.Si., jajaran pimpinan, senat, lembaga mitra, dosen, tenaga kependidikan, sivitas akademika, serta orang tua dan keluarga wisudawan.

Rektor menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi awal bagi para lulusan untuk memasuki fase kehidupan yang lebih menantang.

“Keberhasilan Anda dalam menempuh kuliah tidak pernah berdiri sendiri. Di baliknya ada doa orang tua, pengorbanan keluarga, peran para dosen, dukungan teman dan sahabat, serta kerja keras Saudara sendiri,” pesan Rektor.

Dalam sambutannya, Rektor menitipkan tiga pesan utama kepada para wisudawan. Pertama, menjadi pribadi yang tawadhu dan senantiasa menghormati siapa pun, terutama orang tua dan guru. Sikap rendah hati dan menghargai orang lain dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan untuk menjadi pribadi yang sukses dan bermanfaat.

Kedua, para wisudawan diminta menjadi pembelajar sepanjang hayat. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital yang begitu cepat, ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat terus berkembang dan berubah.

“Jangan pernah selesai belajar. Pelajari teknologi, tetapi jangan menjadi budak teknologi. Gunakan kecerdasan digital, tetapi jangan kehilangan kecerdasan spiritual,” pesannya.

Selain penguasaan teknologi, Rektor juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta integritas sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.

Pesan ketiga adalah agar para lulusan menjadi pencipta solusi di tengah masyarakat. Berbagai persoalan seperti konflik, hoaks, hingga bencana membutuhkan kontribusi nyata dari setiap individu.

“Jadilah orang yang berkontribusi dalam menyelesaikan masalah di masyarakat, bukan sebaliknya menjadi sumber masalah di masyarakat,” tegasnya.

Rektor juga mengingatkan para wisudawan agar tidak hanya membawa ijazah dan gelar ketika meninggalkan kampus. Para lulusan diharapkan membawa nilai-nilai baik, keteladanan, kepedulian kepada sesama, serta menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

“Di mana pun Saudara berada, ingatlah bahwa Saudara adalah bagian dari keluarga besar UINSI Samarinda,” ujarnya.

Kepada para orang tua dan keluarga wisudawan, Rektor menyampaikan penghormatan dan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UINSI Samarinda untuk mendidik putra-putri mereka. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pendidikan terdapat pelayanan atau perlakuan yang kurang berkenan.

Menutup sambutannya, Rektor atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika UINSI Samarinda menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia berharap para lulusan dapat menjadi pribadi yang berhasil, bermanfaat bagi masyarakat, serta berguna bagi bangsa dan agama.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»