SAMARINDA, UINSI NEWS, — Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., tampil sebagai narasumber utama dalam perhelatan Sarasehan Nasional Tata Kelola Masjid Tahun 2026. Forum tingkat nasional ini digelar di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, pada Selasa (25/8) bertepatan dengan momentum 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
Mengangkat tema “Penguatan Fungsi Masjid Bagi Kemajemukan Indonesia: Transformasi dan Inovasi Masjid Berkelanjutan”,
sarasehan ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan ulang arah tata kelola masjid di era modern. Masjid tidak lagi dipandang sekadar sebagai ruang ibadah ritual (mahdhah), melainkan sebagai episentrum pemberdayaan ekonomi umat, pusat pendidikan inklusif, serta simpul perekat kerukunan dalam kemajemukan masyarakat Indonesia.
Dalam pemaparannya, Prof. Zurqoni menggarisbawahi pentingnya modernisasi manajemen masjid agar senantiasa adaptif terhadap perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar spiritualitas.
“Masjid tidak boleh berhenti hanya pada fungsi ibadah ritual semata. Di tengah dinamika sosial yang begitu cepat dan kemajemukan bangsa yang luas, masjid harus bertransformasi menjadi pusat peradaban yang inklusif, ramah keberagaman, dan memberdayakan. Tata kelola modern yang inovatif, transparan, dan berkelanjutan adalah kunci utama agar masjid hadir memberi solusi nyata baik pada sektor ekonomi jamaah maupun sosial kemasyarakatan,” tegas Prof. Zurqoni.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti UINSI Samarinda memegang peran sentral dalam mendampingi para pengurus takmir masjid. Pendampingan tersebut mencakup penguatan kapasitas SDM, tata kelola keuangan berbasis digital dan akuntabel, hingga perancangan program kemakmuran masjid yang berdampak langsung bagi warga sekitar.
Partisipasi aktif Rektor UINSI Samarinda dalam forum berskala nasional ini memantapkan komitmen perguruan tinggi untuk terus menjadi pelopor pembaharuan tata kelola kemasjidan di Kalimantan Timur. Melalui sinergi antara akademisi, takmir, dan pemerintah daerah, masjid diharapkan mampu terus memancarkan risalah rahmatan lil ‘alamin secara nyata di tengah publik.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati




