SAMARINDA, UINSI NEWS, Samarinda, — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda resmi memulai agenda evaluasi mutu eksternal melalui pembukaan Surveillance Audit ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu) dan ISO 21001:2018 (Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026 ini, dihadiri oleh pimpinan universitas, lembaga, fakultas, hingga unit kerja teknis di lingkungan kampus.
Kegiatan diawali dengan prolog pengantar dari Dr. Nur Kholik Afandi, M.Pd., yang menggarisbawahi pentingnya menjaga konsistensi mutu kelembagaan. Dalam pandangannya, standar kualitas tidak berhenti saat sertifikat berhasil diraih, melainkan membutuhkan komitmen istiqomah untuk terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., dalam sambuta sekaligus membuka agenda menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan proses berkelanjutan yang memengaruhi aspek pelayanan universitas secara menyeluruh. Audit surveilannce ini dipandang sebagai momentum strategis untuk mengukur kesesuaian implementasi sistem di lapangan.
Rektor juga mengimbau seluruh jajaran sivitas akademika baik yang masuk dalam daftar sampel audit maupun tidak untuk bersinergi memberikan data yang transparan serta menyukseskan jalannya evaluasi. Upaya ini dilakukan semata-mata demi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan di UINSI Samarinda.
Hadir secara langsung sebagai Auditor Eksternal sekaligus Managing Director PT Decra Group Indonesia (DGI), Ir. Solichin Agung Darmawan, MBA., RPA. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa audit tahunan ini bertujuan untuk memastikan konsistensi sistem manajemen yang telah berjalan selama masa berlaku sertifikat 3 tahun.
Ir. Solichin juga memberikan pembekalan dan peringatan dini (early warning) terkait regulasi serta pembaruan standar ISO global:
Transisi ISO 21001: Standar ISO 21001:2018 telah mengalami revisi menjadi ISO 21001:2025. Lembaga pendidikan diberikan masa transisi hingga Juli 2028 untuk menyesuaikan ke versi terbaru.
Pembaruan ISO 9001 & ISO 19011: Terbitnya edisi ISO 9001:2026 dan panduan audit ISO 19011:2026 yang mengintegrasikan tuntutan zaman.
Integrasi Isu Global (SDGs & Kampus Hijau): Standar ISO terbaru mewajibkan bukti konkret implementasi penanganan perubahan iklim, program green campus, efisiensi energi, serta Corporate Social Responsibility (CSR) yang terukur.
Perlindungan Data Pribadi (PDP) & information Security:Implikasi tata kelola digital mensyaratkan kerahasiaan data mahasiswa dan pegawai (seperti identitas KTP/Paspor) terjaga secara ketat sesuai undang-undang.
Pendidikan Inklusif: Komitmen nyata terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus (disabilitas), mulai dari penyediaan sarana prasarana, panduan teknis (juklak) pembelajaran adaptif, hingga kejelasan kebijakan intake prodi.
Selama tiga hari pelaksanaan, auditor dijadwalkan menelaah berbagai dokumen strategis dan operasional melalui uji petik (sampling) lintas unit:
Hari Pertama (31 Agt): Evaluasi Dokumen Perencanaan Strategis (Renstra) bersama Rektorat, dilanjutkan pemeriksaan di Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) terkait perumusan Grand Design serta Roadmap.
Hari Kedua (1 Sept): Penilaian pada UPT Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) berfokus pada infrastruktur IT dan keamanan data, disusul pemeriksaan intensif di jajaran Bagian Layanan Administrasi Umum (Kabiro/Bagian Kepegawaian & Sarpras).
Hari Ketiga (2 Sept): Audit pada Direksi Pascasarjana dan Tim Penjaminan Mutu Tingkat Kampus, yang kemudian diakhiri dengan Closing Meeting laporan hasil audit.
Melalui audit surveilannce ini, UINSI Samarinda bertekad mempertahankan raihan ISO sekaligus bersiap mengambil langkah adaptif menuju pemenuhan standar tata kelola perguruan tinggi berkelas internasional.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati












