UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Gelar Haflah Iftitah Ma’had Al-Jamiah 2026, Usung Tema Maha Santri Berdaya Saing dan Berdampak

SAMARINDA, UINSI NEWS, — Ma’had Al-Jamiah UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar kegiatan Haflah Iftitah Tahun 2026. Acara pembukaan resmi kegiatan kemahadhaan bagi maha santri putra dan putri tahun ajaran 2026/2027 ini mengusung tema “Mencetak Maha Santri yang Berdaya Saing dan Berdampak”.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. H. Zurqoni, M.Ag., Mudir/Ketua Ma’had Al-Jamiah Ustadz Abdul Syakur, Lc., M.A., para pengelola dan koordinator Ma’had Al-Jamiah, serta seluruh panitia dan maha santri putra-putri Ma’had Al-Jamiah UINSI Samarinda. Kamis, (3/9).

Dalam sambutannya, Ketua Ma’had Al-Jamiah, Ustadz Abdul Syakur, Lc., M.A., menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada Rektor dan jajaran pimpinan yang telah memberikan dukungan luar biasa di tengah padatnya agenda universitas.

Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan acara, serta apresiasi khusus kepada Unit Pengembangan Bahasa (UPB) atas kerja sama dan fleksibilitas jadwal sehingga kegiatan Haflah Iftitah dapat terlaksana dengan lancar.

Ustadz Abdul Syakur menjelaskan bahwa Haflah Iftitah merupakan ikhtiar dan seremoni penanda dimulainya rangkaian pembinaan di Ma’had Al-Jamiah UINSI Samarinda. Tema berdaya saing dan berdampak diturunkan langsung dari visi Ma’had Al-Jamiah, yaitu:

Kemantapan Aqidah: Menanamkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang lurus sesuai ijtihad Imam Al-Asy’ari.

Pengembangan Ilmu Keislaman: Penguatan kurikulum melalui tiga program wajib sebagai syarat kelulusan sertifikat Ma’had (syarat Ujian Komprehensif), yakni Tahsin Al-Qur’an, Ta’lim Afkar, dan Ta’dib. Sementara itu, program penunjang seperti Tahfizh Al-Qur’an dan Kelas Unggulan Baca Kitab Kuning disediakan sebagai pilihan pengembangan bakat (sunnah).

Amal Saleh: Mendorong maha santri untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sesuai prinsip khairunnas anfa’uhum linnas.

Akhlak Mulia: Menjadikan keluhuran budi pekerti, penghormatan kepada orang tua, dosen, dan guru sebagai pilar utama penunjang keberhasilan akademik.

Di akhir sambutannya, Ustadz Abdul Syakur menyuntikkan semangat man jadda wajada kepada para maha santri dan menutupnya dengan pantun:

Dari Makkah ke Madinah, di Madinah jangan lupa ziarah.

Dengan Haflah Iftitah Ma’had Al-Jamiah, mari kita songsong masa depan yang cerah.

Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. H. Zurqoni, M.Ag., dalam amanatnya menegaskan pentingnya memegang teguh motto kampus, yaitu SIP (Spiritualitas, Intelektualitas, dan Profesionalitas).

Prof. Zurqoni menggarisbawahi bahwa tingginya ilmu dan berlimpahnya materi tidak menjamin kebahagiaan seseorang tanpa adanya fondasi akhlak dan spiritualitas yang kokoh.

“Spiritualitas adalah upaya mencari dan menghayati makna kehidupan dalam kaitannya dengan eksistensi Allah SWT. Berdoa dan beribadah harus disertai penghayatan mendalam. Salat kita akan memiliki nilai spiritualitas yang tinggi manakala kita paham makna dan arti dari setiap bacaan yang kita lafalkan,” tutur Prof. Zurqoni.

Selain itu, Rektor juga mengajak seluruh maha santri untuk senantiasa menanamkan rasa syukur dalam segala kondisi serta membulatkan tekad agar menempuh studi hingga lulus dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian pimpinan terhadap kesejahteraan mahasiswa, Prof. Zurqoni secara khusus meminta data maha santri yang berstatus yatim piatu agar dapat dikoordinasikan lebih lanjut bersama pengelola Ma’had guna diupayakan mendapatkan bantuan serta akses beasiswa, seperti Beasiswa KIP Kuliah.

Acara Haflah Iftitah Ma’had Al-Jamiah UINSI Samarinda Tahun 2026 ini diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan dan kelancaran proses pembelajaran seluruh maha santri selama menimba ilmu di Kampus Hijau UINSI Samarinda.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»