SAMARINDA, UINSI NEWS,- UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menindaklanjuti perkembangan Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Keagamaan (LAMGAMA) serta implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di lingkungan UINSI Samarinda. Kedua agenda tersebut menjadi bagian dari koordinasi pimpinan dalam memastikan kesiapan program studi dan pelaksanaan RPL pada semester berjalan.
Rencana implementasi kedua program tersebut dibahas melalui rapat zoom yang dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. Muhammad Nasir. Selasa (29/9).
“LAMGAMA sudah diluncurkan, saat ini sudah memiliki asesor dan telah menyiapkan berbagai perangkat untuk pelaksanaan akreditasi. Kita perlu menindaklanjuti ini dengan memastikan seluruh perguruan tinggi memiliki akun di LAMGAMA sehingga nantinya dapat mengajukan akreditasi bagi program studi yang berada dalam ruang lingkupnya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan terbaru, sejumlah program studi keagamaan dapat memilih lembaga akreditasi mandiri sesuai dengan ruang lingkup program studinya. Program studi di lingkungan Fakultas Tarbiyah, misalnya, dapat memilih LAMGAMA maupun LAMDIK. Sementara program studi di Fakultas Syariah berada dalam ruang lingkup LAMGAMA. Adapun sejumlah program studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) memiliki pilihan antara LAMEMBA dan LAMGAMA, sedangkan program studi tertentu di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) serta program Pascasarjana ada yang masuk ke LAMGAMA dan Lembaga lain sesuai keilmuan prodinya.
Dengan telah berdirinya LAMGAMA sebagai lembaga akreditasi mandiri untuk bidang keagamaan, UINSI Samarinda mendorong program studi yang memiliki pilihan untuk mempertimbangkan pengajuan akreditasi melalui LAMGAMA. Namun, program studi yang sudah mempersiapkan proses akreditasi melalui lembaga lain tetap dapat melanjutkan persiapannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Yang sudah mendekati reakreditasi, terutama yang akreditasinya sudah unggul, nanti bisa dipersiapkan untuk beralih ke LAMGAMA. Tetapi tentu perlu melihat kesiapan masing-masing program studi,” lanjutnya.
RPL Mulai Diimplementasikan Semester Ini
Selain tindak lanjut LAMGAMA, UINSI Samarinda juga memastikan implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dapat dilaksanakan pada semester ini. UINSI Samarinda telah memperoleh izin pelaksanaan RPL dan menyiapkan sistem, pedoman, serta panduan sebagai dasar pelaksanaannya.
“RPL harus diimplementasikan semester ini karena izinnya sudah keluar. Sistem, pedoman, dan panduannya juga sudah disiapkan. Sekarang kita memastikan semester ini bisa diimplementasikan,” ujar Prof. Muhammad Nasir.
Sebelumnya, implementasi RPL sempat menghadapi kendala terkait skema Uang Kuliah Tunggal (UKT). Karena itu, koordinasi dengan dekan, wakil dekan bidang akademik, serta program studi terus dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan RPL di tingkat fakultas.
UINSI Samarinda saat ini telah membuka pendaftaran mahasiswa melalui jalur RPL. Pendaftaran dilakukan melalui sistem UMAN uman.uinsi.ac.id dan jalur tersebut terbuka bagi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan.
Dalam pelaksanaannya, RPL bukan merupakan program yang bersifat eksklusif. Mahasiswa yang diterima melalui jalur RPL akan berbaur dengan mahasiswa dari jalur penerimaan lainnya sesuai dengan program studi yang dipilih.
Untuk mendukung implementasi tersebut, pimpinan juga mendorong fakultas dan program studi untuk melakukan sosialisasi RPL secara lebih efektif kepada calon mahasiswa potensial. Salah satu sasaran yang dapat diberikan informasi mengenai jalur ini adalah calon mahasiswa yang memiliki pengalaman belajar atau pengalaman kerja yang relevan dengan program studi.
Melalui koordinasi tersebut, UINSI Samarinda menargetkan implementasi RPL dapat berjalan pada semester ini sekaligus memastikan kesiapan program studi dalam menghadapi perubahan mekanisme akreditasi melalui LAMGAMA.




