Menata Hati: Zuhud Tidak Berarti Meninggalkan Dunia

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Dalam menjalani kehidupan, kita tentu memiliki banyak rencana. Kita bekerja, berusaha, memikirkan masa depan, dan berharap apa yang kita jalani berakhir sebagaimana yang kita harapkan. Namun, semakin kita menjalani kehidupan, semakin kita memahami bahwa tidak semua hal berada dalam kendali kita. “Ada sesuatu yang dapat kita usahakan. Ada sesuatu yang hanya dapat kita doakan. Dan ada sesuatu yang pada akhirnya harus kita serahkan kepada Allah.”

Sebuah nasihat yang begitu menyentuh hati dan terasa begitu dekat dengan kehidupan kita dalam Al hikam Ibn ‘Atha’illah:

 

“Tenangkanlah dirimu dari terlalu sibuk mengatur segala sesuatu. Apa yang telah Allah atur untuk selainmu, Dia pun mampu mengatur urusanmu.”

Nasihat ini bukan tentang berhenti berusaha. Justru kita tetap berusaha, karena ikhtiar adalah

bagian dari kehidupan seorang mukmin. Hanya saja, setelah berusaha, kita belajar untuk tidak

membawa seluruh beban hasil ke dalam hati.

Kita mengerjakan apa yang menjadi bagian kita, kemudian menyerahkan apa yang berada di luar kemampuan kita kepada Allah. Dengan demikian hati mulai menemukan ketenangannya dan ketenangan itu semakin terasa ketika kita memahami pesan Rasulullah Saw:

“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia mencintaimu.”

Zuhud tidak berarti meninggalkan dunia. Kita tetap bekerja, memiliki harta, membangun keluarga, dan menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. “Tetapi hati tidak sepenuhnya bergantung kepada semua itu”. menikmati apa yang Allah berikan, tanpa kehilangan Allah ketika sesuatu itu

tidak lagi berada di tangan kita. Sebab hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita rencanakan. Ada yang kita tunggu, tetapi belum datang. Ada yang kita perjuangkan, tetapi hasilnya berbeda dari yang kita harapkan.

Pada saat seperti itu, mungkin kita tidak selalu membutuhkan jawaban yang panjang. Kita hanya membutuhkan hati yang cukup tenang untuk berkata: “Allah lebih mengetahui apa yang baik bagihidup yang anda jalani.”Oleh karenanya, semoga kita dapat menjalani hidup dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh, doa yang tulus, dan hati yang tenang dalam menerima apa pun yang Allah tetapkan.

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»