SAMARINDA, UINSI NEWS – Dosen Program Studi Informatika UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Basrie, S.Kom., M.Kom., menjadi narasumber dalam Kuliah Umum Program Studi Pendidikan Komputer, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (Unmul). Rabu, (30/09).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 3 Dekanat FKIP Unmul tersebut mengusung tema “Mengembangkan Ide Kreatif Menjadi Inovasi Pembelajaran melalui Artificial Intelligence, Pemrograman, dan Data”.
Kuliah umum ini menjadi ruang bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Komputer untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi dalam mengembangkan kreativitas serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran.
Dalam pemaparannya bertajuk “Inovasi Pembelajaran dengan AI”, Basrie menekankan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) perlu ditempatkan sebagai mitra kerja bagi pendidik, bukan sebagai pengganti peran guru maupun pengajar.
Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu mengurangi beban administratif sekaligus memperluas pilihan strategi dan media pembelajaran. Namun, pendidik tetap memegang peran utama dalam menentukan tujuan pembelajaran, mengelola proses pembelajaran, serta melakukan penilaian terhadap peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Basrie turut memperkenalkan berbagai pemanfaatan perangkat berbasis AI yang dapat mendukung aktivitas pendidik. Untuk kebutuhan administrasi dan penyusunan perangkat ajar, misalnya, terdapat MagicSchool.ai yang dapat membantu penyusunan rencana dan modul pembelajaran serta Diffit yang dapat digunakan untuk menyesuaikan materi dengan tingkat kemampuan peserta didik.
Pada aspek presentasi dan media visual, mahasiswa diperkenalkan dengan Gamma dan Canva Magic Studio yang dapat membantu mengembangkan teks atau instruksi menjadi materi presentasi, dokumen, maupun lembar kerja. Sementara itu, Quizizz AI dan Curipod dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kuis serta aktivitas pembelajaran interaktif.
Selain itu, asisten AI seperti ChatGPT dan Claude juga diperkenalkan sebagai sarana pendukung dalam diskusi dan pengembangan gagasan. Mahasiswa turut memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan AI untuk analisis data pembelajaran, termasuk mengolah data dalam format Excel atau CSV guna mengidentifikasi tren pembelajaran dan membantu mengenali peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih.
Tidak hanya membahas berbagai manfaat AI, Basrie juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek etika dan keamanan data dalam pemanfaatan teknologi tersebut.
Ia menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi peserta didik. Data seperti alamat rumah, nomor induk, informasi keuangan, maupun informasi pribadi lainnya tidak seharusnya diunggah ke platform AI publik. Sebagai alternatif, pendidik dapat menggunakan data yang telah dianonimkan, misalnya dengan penyebutan “Siswa A” atau “Siswa B”.
Mahasiswa juga diingatkan untuk tidak langsung menggunakan keluaran yang dihasilkan AI tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Verifikasi terhadap keakuratan informasi tetap diperlukan sebelum materi maupun hasil analisis berbasis AI digunakan dalam proses pembelajaran.
Sesi pemaparan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif. Mahasiswa antusias menggali lebih jauh mengenai penerapan berbagai perangkat AI dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, khususnya dalam konteks mereka sebagai calon pendidik di era digital.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator, penyerahan sertifikat kepada narasumber, serta sesi foto bersama.
Melalui kuliah umum tersebut, Basrie berharap mahasiswa sebagai calon pendidik tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengembangkan ide kreatif menjadi inovasi pembelajaran yang tepat guna, beretika, dan tetap menempatkan pendidik sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran.
Penulis: Basrie, S.Kom., M.Kom (Dosen Prodi Studi Informatik UINSI Samarinda)
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)





