SAMARINDA, UINSI NEWS, — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali menggelar apel pagi di halaman Rektorat. Senin, (5/10). Kegiatan ini dipimpin pembina apel, Ahmad Mahyudin, S.Ag., M.Pd., selaku Kepala Bagian Umum dan Akademik UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.
Dalam amanatnya, Ahmad Mahyudin mengingatkan bahwa kehadiran dalam apel merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh seluruh pegawai, meskipun pimpinan tidak berada di tempat. Menurutnya, kegiatan yang tampak sederhana dan hanya berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit tersebut dapat menjadi beban apabila tidak dibiasakan.
“Hal kecil ini kelihatannya ringan, tetapi dapat menjadi berat apabila kita tidak membiasakannya. Alhamdulillah, sampai hari ini kita masih dapat melaksanakannya secara bertahap,” ujarnya.
Ahmad Mahyudin juga menegaskan bahwa kehadiran dalam apel merupakan wujud kedisiplinan dan keteladanan. Ia mengajak seluruh pegawai untuk tidak mencontoh sikap mereka yang tidak hadir dalam apel, melainkan menunjukkan kesesuaian perilaku dengan lima budaya kerja Kementerian Agama, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.
Pembina apel menyoroti pentingnya integritas sebagai salah satu nilai utama dalam budaya kerja Kementerian Agama.
“Salah satu bentuk keselarasan kita adalah memenuhi segala bentuk tanggung jawab kita masing-masing,” ujarnya.
Dalam amanatnya, Ahmad Mahyudin mengutip pesan Al-Qur’an bahwa sebagian besar manusia tidak mengetahui, tidak bersyukur, dan tidak beriman. Ia juga menyinggung bahwa orang-orang yang bersyukur tergolong sangat sedikit. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh pegawai untuk menjadi bagian dari kelompok kecil yang senantiasa bersyukur dan bertanggung jawab.
Ahmad Mahyudin menekankan bahwa perubahan menuju kebaikan sering kali dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Kehadiran tepat waktu dalam apel, menurutnya, merupakan salah satu bentuk sederhana namun bermakna dari tanggung jawab dan kedisiplinan pegawai.
“Jangan meremehkan yang sedikit. Mungkin hari ini kita mengambil bagian kecil, tetapi itulah yang terbaik, sementara yang banyak belum mau melakukannya,” katanya.
Beliau berharap seluruh pegawai UINSI Samarinda menjadikan apel pagi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan pengingat untuk terus memperbaiki diri, menjaga kedisiplinan, dan menguatkan integritas dalam menjalankan tugas.
“Mudah-mudahan kita termasuk di antara orang-orang yang bersyukur,” tutupnya.
Apel pagi ini merupakan agenda rutin mingguan UINSI Samarinda yang digelar di lingkungan Rektorat sebagai sarana pembinaan kedisiplinan, penguatan budaya kerja, serta penyampaian arahan kepada pegawai.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

















