by

Kata Siapa Keterbatasan jadi Penghalang? Erwin Riyadi Berhasil Raih Gelar Sarjana dengan IPK 3.96

-Mahasiswa-246 views
SAMARINDA, UINSI NEWS,- Erwin Riyadi, wisudawan dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan ini berhasil meraih gelar Sarjana pada Wisuda Sarjana (S-1) XXXVIII dan Magister XIII Tahun 2022 di Auditorium 22 Dzulhijjah, Kampus II Jl. H.A.M. Rifaddin. Kamis (28/7/2022).

Sebagai mahasiswa dengan tanggung jawab perkuliahan dan penugasan akhir berupa Skripsi, tentu Erwin mengalami kesulitan. Ia mengaku mengalami kesulitan dalam penghlihatan, khususnya pada mata sebelah kanan.

“Sebenarnya bisa melihat, cuma dia mencari objek yang lain, supaya bisa efektif membaca dan menulis itu harus didekatkan supaya rang gerak cahayanya sempit dan fokus, terutama mata kanan. Yang mata kiri juga sama, cuma lebih terkontrol dan yang lebih membantu dalam melihat. Selama kegiatan tidak menggunakan konsentrasi penglihatan, saya lebih mengandalkan pendengaran jadi ketika di kelas saya pinjam catatan temen kelas karena saya kesulitan lihat tulisan di papan tulis,” ungkapnya.

Mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Terbaik II se-Prodi PAI, Erwin mengucapkan rasa syukur karena bisa membahagiakan orang tua dan meraih sesuatu di tengah keterbatasan yang ia miliki.

“Alhamdulillah, orang tua senang saya juga senang karena dengan keterbatasan yang ada saya bisa menjadi apa yang saya bisa lakukan, sesuai motto hidup saya bahwa keterbatasan tak menjadi penghalang dalam mengarungi kehidupan” tuturnya.

Selama menjadi mahasiswa, Erwin Riyadi berhasil menghapal sebanyak 14 Juz Al-Qur’an dan meraih beberapa prestasi, seperti Juara I Lomba cerdas Cermat yang diselenggarakan oleh HMPS TBI IAIN Samarinda tahun 2019, Juara I Lomba Cerdas Cermat oleh PUSDIMA FAIR Politeknik Negeri Samarinda 2019, Juara II Podcast PAI se-Kalimantan oleh HMPS PAI UINSI Samarinda tahun 2020, Juara I PTQ oleh RRI Samarinda ke-52 2022 Cabang Tartil Sensorik Netra.

“Saya berharap tahun-tahun yang akan datang, akan lebih banyak lagi mahasiswa yang berjuang meraih mimpinya dan bisa melanjutkan jejak saya sama dan bang Rasyid,” harapnya.

“Kedepan juga pasti akan ada mahasiswa-mahasiswa yang berkebutuhan khusus sehingga saya harap Kampus kita bisa menjadi Kampus Inklusif yang memberikan fasilitas dan perhatian khusus kepada mahasiswa seperti kami agar mereka semangat dan mampu mengikuti dan menyelesaikan perkuliahannya dengan baik,” tutupnya. (humas/rh).