Penulis : Darmawati
(Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSI Samarinda)
Tadi malam, Pemerintah RI melalui Menteri Agama (Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA) mengumumkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada besok Kamis 19 Februari 2026, usai diputuskan melalui Sidang Isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta. Walaupun keputusan Pemerintah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berbeda dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadhan lebih cepat satu hari atau jatuh pada hari ini Rabu (18 Februari 2026).
Perbedaan metode menjadi dasar perbedaan penetapan awal Ramadhan. Namun perbedaan awal Ramadhan adalah hal yang wajar dan sudah lama terjadi. Sikap terbaik bagi kita semua adalah bersikap dewasa, saling menghormati, dan menjaga persatuan umat. Terlepas dari perbedaan tersebut, mari kita sambut bulan Ramadhan dengan suka cita dan bahagia.
Sejumlah hal dilakukan demi memastikan bahwa penyambutan terhadap bulan istimewa tersebut dilakukan dengan optimal. Persiapan fisik dari mulai membersihkan rumah, lingkungan, musholla dan masjid. Tak ketinggalan di masjid Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) di kampus UINSI Samarinda, yang telah melaksanakan aksi gerakan bersama bersih masjid pada 16 Februari 2026 kemaren yang dipimpin Ustadz Agus Prajitno, S.Si,T., M.Eng.
Tentu saja selain persiapan fisik, kita juga harus mempersiapkan aspek spiritual dengan meluruskan niat beribadah hanya mencari keridhaan Allah SWT. Selain itu kita juga harus persiapkan keuangan (finansial) dengan mengatur anggaran khususnya untuk konsumsi keluarga, zakat fitrah dan sedekah. Semua ini dilakukan tentu saja sebagai bentuk rasa senang dan riang gembira atas datangnya bulan suci Ramadhan.
Kegembiraan dan penghormatan akan datangnya bulan suci Ramadhan ini sering diucapkan dengan kalimat “Marhaban ya Ramadhan” yang diucapkan baik secara lisan (langsung), pesan singkat, media sosial (Instagram, WhatsApp, Facebook), hingga dalam bentuk spanduk/poster.
Melansir dari buku ‘Lentera Al-Qur’an: Kisah dan Hikmah Kehidupan’ oleh Prof. Dr. H. Muhammad Quraish Shihab, Lc., M.A., “marhaban” berasal dari kata dalam bahasa Arab “rahb” yang berarti luas atau lapang.
Kata “marhaban” menggambarkan sikap menyambut tamu dengan dada yang lapang, penuh kegembiraan, serta mempersiapkan tempat yang luas baginya untuk melakukan apa yang diinginkannya.
Adapun ungkapan “Marhaban ya Ramadhan” secara harfiah berarti selamat datang wahai Ramadhan. Ungkapan ini mengandung makna bahwa datangnya bulan Ramadhan disambut dengan penuh kegembiraan, serta kesiapan hati untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi segala amal dan ibadah dalam rangka mengasah dan membersihkan jiwa.
Beliau menjelaskan makna kedua dari kata marhaban yaitu marhab yang memiliki arti stasiun. Layaknya stasiun, Ramadhan merupakan tempat kita mengambil bekal untuk melanjutkan hidup menuju Allah SWT. “Tempat kendaraan mengambil bekal sekaligus memperbaiki bagian yang rusak dari kendaraan,”.
’’Sehingga, kalau berkata marhaban ya Ramadhan dalam pengertian kedua ini, itu berarti wahai Ramadhan selamat datang kami akan mengambil bekal dalam melanjutkan perjalanan menuju Allah SWT dan kami memperbaiki yang rusak dari hati kami,” Dapat disimpulkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang membawa banyak keberkahan dan sebagai sarana menabung amal bekal untuk meraih ridha Allah SWT.
Jadi, intinya ada dua makna marhaban Ramadhan, yakni menyambutnya dengan gembira, dan bersedia untuk memperbaiki apa yang kurang baik dan mengambil bekal dalam perjalanan menuju Allah SWT.
Kenapa Ramadhan harus disambut dengan gembira? karena kegembiraan itu tanda iman. Bukan berarti kita jadi over excited. Bayangin saja, tidak semua orang dapat kesempatan bertemu Ramadhan lagi. Ada yang tahun lalu masih update status “Menu sahur hari ini”, tahun ini sudah tiada. Jadi kalau kita masih diberi umur, itu bukan kebetulan. Itu privilege, dan privilege itu harus disambut dengan rasa syukur.
Kegembiraan menyambut datangnya Bulan Ramadhan yang suci ini ditunjukkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana sabda beliau ;
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِوَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ
Artinya : “ Wahai Manusia, sungguh telah dekat kepadamu bulan yang agung, bulan yang penuh dengan keberkahan, yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik (nilainya) dari seribu bulan.
Keistimewaan lainnya yang diberikan Allah SWT di bulan suci Ramadhan ini, seperti ampunan dosa dan dibebaskannya dari siksa api neraka, kepada orang-orang yang beriman/bertaqwa dan senantiasa berbuat kebajikan/memberi manfaat pada orang lain, disediakan surga baginya.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Yunus, ayat 58 :
قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ ٥٨
Terjemahnya : “Katakanlah dengan kurnia Allah SWT dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah SWT dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda ;
Artinya : “Siapa yang bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”
Subhanallah, dengan bergembira saja, kita akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat yaitu diselamatkan dari siksa api neraka, aamiin. Hal ini menunjukkan salah satu “keistimewaan/ privilege” bulan Ramadhan.
Dengan menanamkan kegembiraan dalam hati dan pikiran, secara psikologis akan mewujudkan semangat dan motivasi , serta menumbuhkan keihlasan melakukan apa saja (dalam hal ini puasa dan ibadah lainnya).
Dan keistimewaan lainnya, yang diberikan Allah SWT di bulan Ramadhan, seperti ampunan dosa dan dibebaskannya dari siksa api neraka dll, kepada orang-orang yang beriman/bertaqwa dan senantiasa berbuat kebajikan/memberi manfaat pada orang lain, disediakan surga baginya.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al Kahfi, ayat107 :
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنّٰتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًاۙ ١
Terjemahnya : “Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal saleh/berbuat kebaikan, disediakan bagi mereka surga Firdaus sebagai tempat tinggalnya.
Diawali dengan “hati yang bergembira” Insya Allah, kita akan selalu bersemangat dan Ikhlas untuk melaksanakan puasa Ramadhan dan ibadah lainnya “yang terbaik/best worship”, hanya mengharap ridho Allah SWT, agar bisa selamat dan bahagia hidup di dunia dan di akhirat, diselamatkan dari siksa api neraka. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
Harum semerbak daun pandan
Dirangkai dengan bunga melati
Marhaban Ya Ramadhan
Mari kita sambut dengan senang hati
Burung nuri hinggap di pohon seruni,
Sambil bersiul menyapa mentari pagi.
Bersedekahlah di bulan Ramadhan ini
Pahalanya berlipat ganda dari Ilahi Robbi
Kulit tiwadak bakuah santan
Sambalnya acan iwaknya patin
Dengan datangnya bulan Ramadhan
Ulun mohon ampun lahir dan batin





