SAMARINDA, UINSI NEWS,- Arus informasi digital yang bergerak cepat dinilai tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan serius bagi kehidupan keberagamaan masyarakat. Hoaks keagamaan, ujaran kebencian, hingga narasi ekstrem di media sosial menjadi ancaman nyata yang perlu direspons melalui penguatan literasi keagamaan dan moderasi beragama.
Kesadaran itulah yang mendorong Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda bekerja sama dengan STIS Darul Falah Pagutan Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB)serta mahasiswa PAI 4 menggelar Webinar Nasional bertema “Menjadi Smart Ummah: Penguatan Literasi Keagamaan sebagai Pilar Moderasi Beragama di Era Digital”, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Virtual Meeting itu menghadirkan Wakil Ketua 1 STIS Darul Falah Pagutan Mataram NTB, Dr. Muhammad Arifin, M.Pd sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda Dr. Badrut Tamam menegaskan bahwa masyarakat saat ini hidup di era digital ketika media sosial telah berubah menjadi ruang pembentukan cara pandang, termasuk dalam memahami agama.
Menurutnya, kemudahan akses informasi tidak selalu diiringi dengan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memahami informasi secara kritis.
“Kita hidup di era digital, sebuah zaman ketika informasi bergerak begitu cepat tanpa batas ruang dan waktu. Namun di balik kemudahan itu, hadir pula tantangan besar berupa hoaks keagamaan, ujaran kebencian, provokasi, hingga pemahaman agama yang sempit dan instan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai survei literasi digital secara nasional menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih menghadapi persoalan dalam kemampuan memilah informasi digital secara kritis. Kondisi itu menyebabkan generasi muda rentan terpapar disinformasi dan narasi keagamaan provokatif.
Fenomena serupa, kata dia, juga menjadi perhatian di Samarinda dan wilayah Kalimantan Timur. Pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus menggencarkan program literasi digital di sekolah dan kampus karena meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran hoaks dan rendahnya etika bermedia sosial di kalangan generasi muda.
Di lingkungan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda sendiri, penguatan moderasi beragama dan literasi digital juga terus dilakukan melalui berbagai program edukasi generasi cerdas digital dan gerakan antihoaks.
Menurut Badrut Tamam, tantangan era digital tidak semata persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut karakter, etika, dan cara pandang keberagamaan masyarakat.
Karena itu, melalui webinar tersebut, pihaknya ingin menggagas pentingnya membangun smart ummah, yakni umat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
“Smart ummah adalah umat yang mampu memilah informasi, memahami ajaran agama secara moderat, serta menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam,” katanya.
Ia kemudian mengutip firman Allah Swt. dalam Surah An-Nahl ayat 125:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”
Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa dakwah dan penyebaran nilai agama harus dilakukan dengan kebijaksanaan, kelembutan, dan cara-cara yang menyejukkan, termasuk di ruang digital.
Dalam forum itu juga ditegaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti melemahkan keyakinan, melainkan menghadirkan cara beragama yang adil, seimbang, toleran, dan menghargai nilai kemanusiaan.
Karena itu, literasi keagamaan dipandang menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak mudah terseret narasi ekstrem, provokatif, maupun destruktif di media sosial.
Webinar tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga mampu melahirkan kesadaran kolektif untuk membangun ekosistem digital yang sehat, beradab, dan penuh nilai kebajikan.
“Kita berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar, ruang refleksi, dan ruang kolaborasi untuk memperkuat pemahaman keagamaan yang inklusif, damai, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama,” ujar Badrut Tamam.#






