SAMARINDA, UINSI NEWS – Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyampaikan penjelasan khusus terkait Beasiswa Gratispol dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Tahun 2026, yang dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026 di Grand Sawit Hotel Samarinda.
Sesi ini melengkapi rangkaian BIMTEK yang sebelumnya memaparkan informasi jalur penerimaan mahasiswa baru serta pengenalan fakultas dan program studi di UINSI Samarinda.
Penjelasan mengenai beasiswa disampaikan oleh Zawilhikam Mohammad, S.Kom. (Staf Akademik UINSI Samarinda) pada sesi dialog bersama peserta. Dalam sesi tersebut, perwakilan sekolah/madrasah menanyakan mekanisme beasiswa, khususnya terkait perbedaan alur KIP Kuliah dan Gratispol, serta tahapan yang perlu diperhatikan agar proses pendaftaran berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Dijelaskan juga bahwa KIP Kuliah dapat diproses setelah calon mahasiswa dinyatakan diterima dan resmi menjadi mahasiswa baru UINSI. Kampus dapat membantu proses pendataan dan pengisian, namun tetap dilakukan bersama mahasiswa, termasuk verifikasi data dan kelengkapan berkas sesuai persyaratan yang ditetapkan.
Terkait Beasiswa Gratispol, disampaikan bahwa alurnya pada prinsipnya hampir sama dengan KIP Kuliah, yakni calon harus diterima terlebih dahulu dan berstatus mahasiswa baru, kemudian melakukan pendaftaran melalui website/portal Gratispol. Dalam proses pendaftaran, mahasiswa diminta menyiapkan data identitas seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga, dan informasi identitas lainnya sesuai dokumen kependudukan. UINSI menekankan pentingnya ketelitian dalam menginput data, karena kesalahan penulisan—terutama typo NIK—menjadi kendala yang paling sering terjadi. Kesalahan satu digit saja dapat menyebabkan data bermasalah pada proses administrasi.
Namun demikian, dijelaskan bahwa kendala tersebut umumnya dapat ditangani karena terdapat tim pendamping Gratispol di masing-masing kampus, dan pengelola program mengupayakan agar pendaftar yang memenuhi ketentuan dapat terfasilitasi. Proses verifikasi tetap dilakukan, meskipun pada beberapa kasus informasi atau pengumumannya dapat diterima lebih lambat oleh pendaftar.
Zawilhikam juga mengingatkan bahwa calon mahasiswa perlu memperhatikan dua hal secara beriringan, yakni mendaftar pada jalur masuk kampus sesuai ketentuan, serta melakukan pendaftaran di portal Gratispol setelah resmi diterima sebagai mahasiswa baru.
Pada sesi dialog, juga disampaikan bahwa dalam kondisi tertentu, apabila calon berada pada ambang batas usia atau batas semester, terdapat kemungkinan jalur afirmasi sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, untuk kasus Kartu Keluarga (KK) di luar Kalimantan Timur, dijelaskan bahwa hal tersebut merupakan studi kasus khusus yang memerlukan proses tambahan, termasuk rekomendasi dari unsur pimpinan daerah tertentu. Meski demikian, rekomendasi tersebut disampaikan bukan berarti otomatis diterima, karena tetap bergantung pada hasil verifikasi dan keputusan sesuai mekanisme program.
Selain salah input, ditambahkan bahwa masalah yang juga sering muncul adalah ketidaksesuaian data identitas, misalnya perbedaan penulisan nama antara KK dan KTP. Ketika data yang diinput terdeteksi tidak sama, sistem akan melakukan pengecekan ke Dukcapil. Jika ditemukan perbedaan, status data dapat masuk dalam kategori “data tidak padan” sehingga perlu verifikasi ulang agar data kembali sesuai dan proses dapat dilanjutkan.
Pada kesempatan tersebut juga dijelaskan bahwa skema Gratispol mendukung pembiayaan sesuai jenjang dan masa studi, yaitu S-1 semester 1–8, S-2 semester 1–4, dan S-3 semester 1–6, dengan pembiayaan yang ditanggung pada prinsipnya adalah UKT.
Melalui sosialisasi ini, UINSI Samarinda mengajak pihak sekolah/madrasah untuk dapat memberi pemahaman awal kepada siswa-siswi terkait akses bantuan pendidikan yang disediakan oleh Pemerintah. Dengan penguatan pemahaman beasiswa ini, UINSI berharap semakin banyak siswa dan masyarakat yang dapat melanjutkan studi tanpa terkendala persoalan biaya.
Penulis: Selvi Ramadhani
Editor: Nisa Rahmawati













