Kajian Ba’da Dzuhur Perdana Berkah Ramadhan 1447 H, Prof. Nasir Ajak Warga Kampus Jadikan Puasa Lebih Bermakna

SAMARINDA, UINSI NEWS — Dalam rangka menghidupkan nilai-nilai spiritual di Bulan Suci Ramadhan, Masjid Sultan Aji Muhammad (SAM) Sulaiman UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menjadi pusat pelaksanaan kegiatan ibadah oleh warga kampus dan masyarakat sekitar.

UINSI Samarinda melalui Takmir Masjid SAM Sulaiman dan Ma’had Al-Jami’ah UINSI kembali selenggarakan program Berkah Ramadhan selama bulan puasa.

Mengawali rangkaian Kajian Dzuhur Berkah Ramadhan tahun ini, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, sampaikan tausiyah tentang indahnya bulan suci Ramadhan. Kamis, (19/2).

Dalam tausiyahnya, Prof. Nasir memaparkan bahwa Ramadhan merupakan bulan suci bagi siapa saja yang memiliki keinginan untuk membersihkan hati dan jiwa, baik secara lahir maupun batin. Prof. Nasir mengingatkan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, namun dalam perjalanan hidup selama sebelas bulan, manusia kerap tidak mampu sepenuhnya mengendalikan hawa nafsu sehingga hati dan jiwa menjadi redup oleh dosa.

“Ramadhan hadir sebagai kesempatan emas untuk menyucikan kembali hati dan jiwa yang ternodai. Inilah momentum kita memperbaiki diri dan kembali kepada fitrah,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut dijelaskan, makna Idulfitri berasal dari dua kata, ‘Id’ yang berarti kembali, dan ‘Fitri’ yang berarti suci.

Dengan demikian, yang benar-benar merayakan Idulfitri adalah mereka yang bersungguh-sungguh menjalani ibadah Ramadhan, membersihkan pikiran, hati, dan perbuatan. Dalam kajian tersebut juga disampaikan tentang keistimewaan malam Lailatul Qadar yang menjadikan Ramadhan berbeda dari bulan-bulan lainnya.

Mengutip firman Allah SWT, Prof. Nasir menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk berbaik sangka dan bersungguh-sungguh mengoptimalkan setiap malam di bulan Ramadhan dengan ibadah dan ikhtiar terbaik.

Menutup kajian, beliau menekankan bahwa puasa yang baik bukan hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain, baik secara sosial maupun lingkungan. Ramadhan harus melahirkan pribadi yang lebih peduli, berempati, dan membawa keberkahan bagi sekitar.

Kegiatan Kajian Dzuhur Berkah Ramadhan ini menjadi bagian dari upaya UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dalam memperkuat pembinaan spiritual warga kampus, sekaligus meneguhkan Ramadhan sebagai bulan transformasi diri menuju insan yang lebih bersih, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»