Literasi Wirausaha untuk Guru Masa Depan yang Adaptif dan Produktif

SAMARINDA, UINSI NEWS,-UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Webinar Nasional Kewirausahaan bertema “Literasi Kewirausahaan Guru: Membangun Mindset Produktif, Aset Berkelanjutan, dan Kebermanfaatan”, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda bekerja sama dengan mahasiswa Pascasarjana PAI 1 itu menghadirkan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan. Tercatat sebanyak 126 peserta mendaftar, sementara 74 peserta aktif mengikuti kegiatan hingga akhir dan mengisi absensi kehadiran.

Peserta berasal dari kalangan guru, mahasiswa, serta pemuda-pemudi penggerak kewirausahaan dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar berlangsung secara daring mulai pukul 13.00 hingga 15.30 WITA dengan menghadirkan tokoh akademik dan praktisi kewirausahaan.

Kepala Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda, Badrut Tamam, tampil sebagai keynote speaker. Sementara dua narasumber utama lainnya ialah Humaidi,S.Pd Pengusaha UMKM Samarinda dan Dr. Tikawati, S.E., M.Si Dosen UINSI Samarinda & Praktisi Kewirausahaan.

.

Dalam opening speech-nya, Dr. Badrut Tamam,M.Pd.I menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut guru untuk tidak hanya hadir sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai sosok kreatif, inovatif, dan produktif di tengah perubahan zaman yang sangat cepat.

“Guru hari ini bukan cuma mengajar, tetapi juga harus cerdas membangun peluang. Literasi kewirausahaan menjadi penting untuk membangun growth mindset, menciptakan aset yang berkelanjutan, dan menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep kewirausahaan dalam Islam sesungguhnya memiliki akar yang sangat kuat. Rasulullah SAW, kata dia, telah memberikan teladan nyata sebagai seorang pedagang yang jujur, amanah, dan profesional jauh sebelum diangkat menjadi nabi.

“Rasulullah ﷺ membangun usaha dengan integritas dan akhlak mulia hingga mendapat gelar Al-Amīn. Dari beliau kita belajar bahwa bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kebermanfaatan,” katanya.

Dalam pemaparannya, Badrut Tamam juga menyinggung keteladanan para sahabat Nabi seperti Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan yang menjadikan kewirausahaan sebagai jalan ibadah dan penguatan umat.

Ia mengisahkan bagaimana Abdurrahman bin Auf memulai kehidupan di Madinah tanpa membawa harta, tetapi berhasil menjadi saudagar sukses berkat kerja keras, kejujuran, dan kecerdasannya dalam berdagang. Sementara Utsman bin Affan menggunakan kekayaannya untuk kepentingan sosial dan perjuangan umat, termasuk membeli sumur Raumah demi kebutuhan masyarakat Madinah.

“Ini menunjukkan bahwa kewirausahaan dalam Islam bukan hanya soal profit, tetapi tentang keberkahan dan kontribusi sosial,” ucapnya.

Dalam suasana webinar yang berlangsung hangat dan interaktif, peserta tidak hanya diajak memahami konsep dasar kewirausahaan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa guru memiliki peluang besar menjadi agen perubahan ekonomi kreatif di tengah masyarakat.

Menurut Badrut Tamam, guru harus mulai membangun pola pikir berkembang atau growth mindset. Ilmu pengetahuan yang dimiliki guru, lanjutnya, dapat dikembangkan menjadi karya produktif, media pembelajaran kreatif, usaha berbasis pendidikan, hingga aset digital yang bernilai ekonomi dan sosial.

“Guru harus mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik bahwa ilmu dapat melahirkan karya, karya dapat menjadi aset, dan aset dapat menghadirkan kebermanfaatan bagi banyak orang,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Jumu‘ah ayat 10:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah.”
(QS. Al-Jumu‘ah: 10)

Selain itu, ia juga membacakan Surah An-Najm ayat 39:

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39)

Menurutnya, ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk bekerja keras, kreatif, dan produktif sebagai bagian dari ibadah kehidupan.

Tidak hanya itu, ia juga mengutip sabda Rasulullah ﷺ:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad)

Hadis tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun semangat kewirausahaan yang tidak semata berorientasi pada keuntungan pribadi, tetapi juga pada nilai kebermanfaatan sosial.

Webinar ini juga menghadirkan perspektif praktis dari dunia usaha melalui pemaparan Humaidi yang berbagi pengalaman membangun usaha dari level kecil hingga mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi digital. Ia menekankan pentingnya keberanian memulai dan konsistensi dalam mengembangkan usaha.

Sementara itu, Tikawati menjelaskan pentingnya literasi kewirausahaan di lingkungan pendidikan tinggi dan sekolah. Menurutnya, kewirausahaan bukan sekadar aktivitas bisnis, tetapi proses membangun mental inovatif, kreatif, dan mandiri.

Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa dunia pendidikan saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki kemampuan membangun jejaring, inovasi, dan kemandirian ekonomi.

Di tengah era disrupsi digital, ketika perubahan berlangsung sangat cepat, literasi kewirausahaan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki tenaga pendidik. Melalui kegiatan ini, UINSI Samarinda mencoba menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya akademis, tetapi juga kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Semangat itulah yang tampak dalam webinar nasional ini: menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada transfer ilmu, tetapi juga membangun daya hidup, kreativitas, dan kebermanfaatan sosial.

Menutup sambutannya, Badrut Tamam berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan energi baru bagi para guru dan generasi muda untuk terus bertumbuh dan berkarya.

“Semoga melalui kegiatan ini lahir semangat baru bagi para guru untuk terus berdaya, bertumbuh, dan mampu menghadirkan inovasi yang produktif serta berdampak bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” pungkasnya.#

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»