Kuliah Tamu Lecturer Exchange UNTIRTA–UINSI Bahas Micro-Skills in Digital Counseling

SAMARINDA, UINSI NEWS – Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menyelenggarakan kuliah tamu dalam rangka program Lecturer Exchange antara UNTIRTA Serang, Banten, dan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Kalimantan Timur.

Kegiatan yang mengangkat tema “Micro-Skills in Digital Counseling” ini menghadirkan Rudy Hadi Kusuma, S.Pd., M.Pd., CH., CHt., dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UINSI Samarinda, sebagai narasumber secara virtual.

Kuliah tamu dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 07.30–09.05 WIB atau 08.30–10.05 WITA. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan akademik pada mata kuliah Mikro Konseling, sekaligus menjadi ruang kolaborasi keilmuan antara UNTIRTA dan UINSI dalam merespons perkembangan layanan konseling di era digital.

Acara diawali dengan persiapan panitia, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BK FKIP UNTIRTA, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP UNTIRTA, Arga Satrio Prabowo, M.Pd., yang sekaligus mewakili pihak Dekanat FKIP untuk membuka kegiatan secara resmi. Setelah pembacaan doa dan sesi foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan CV moderator dan narasumber sebelum memasuki sesi penyampaian materi utama.

Dalam pemaparannya, Rudy Hadi Kusuma menjelaskan bahwa konseling digital menuntut konselor untuk mampu mengadaptasi keterampilan mikro konseling tradisional ke dalam ruang virtual. Menurutnya, keterampilan seperti attending, mendengarkan aktif, bertanya, parafrasa, klarifikasi, refleksi perasaan, merangkum, serta membangun empati dan rapport tetap menjadi fondasi penting dalam proses konseling, namun perlu disesuaikan dengan karakteristik komunikasi berbasis layar.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran digital seorang konselor. Hal ini mencakup kemampuan mengelola kontak mata melalui kamera, menjaga latar belakang yang profesional, memperhatikan pencahayaan, memberikan respons verbal yang tepat, serta membaca isyarat nonverbal digital seperti nada suara, jeda respons, kecepatan mengetik, dan keterbatasan ekspresi tubuh dalam sesi konseling daring.

Selain aspek keterampilan, materi kuliah tamu juga menyoroti pentingnya etika, keamanan data, batasan komunikasi digital, serta kesiapan teknis dalam praktik konseling profesional di ruang virtual. Aspek-aspek tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan konseling digital agar tetap aman, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan konseli.

Kuliah tamu ini menjadi relevan dengan kebutuhan layanan konseling masa kini, terutama di tengah meningkatnya interaksi masyarakat melalui media digital. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memahami bahwa teknologi bukan pengganti relasi terapeutik, melainkan sarana untuk memperluas akses layanan, menjaga kualitas komunikasi, dan memperkuat kehadiran konselor dalam praktik konseling modern.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penutupan oleh panitia yang diketuai oleh Raudah Zaimah Dalimunthe, M.Pd., dosen pengampu mata kuliah Mikro Konseling di Jurusan BK FKIP UNTIRTA, yang melaksanakan lecturer exchange dengan Rudy Hadi Kusuma, M.Pd., CH., CHt.

Melalui program Lecturer Exchange ini, kerja sama akademik antara UNTIRTA dan UINSI Samarinda, khususnya antara Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP UNTIRTA dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam FUAD UINSI, diharapkan terus berkembang. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi keilmuan Bimbingan dan Konseling yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Penulis: Dr. Sai Handari, M.Pd.
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»