Mahasiswa BKI UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Berkontribusi dalam Program Kesejahteraan Warga Lansia di Malaysia

PORT DICKSON, UINSI NEWS – Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda turut berpartisipasi dalam Program Perkhidmatan Komuniti bertajuk “Tenang Meniti Usia: Inisiatif Kesejahteraan Warga Emas” yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026, di Balai Raya Kampung Si Rusa, Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia.

Program ini melibatkan warga lansia, pendamping, keluarga, serta masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi, pendampingan, dan penguatan dukungan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan mental serta emosional masyarakat, khususnya bagi kelompok warga lansia.

Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai materi yang berfokus pada pemahaman emosi warga lansia, dukungan dalam proses pendampingan, komunikasi efektif, teknik ketenangan, penguatan spiritual, serta aktivitas interaktif dan sesi berbagi pengalaman bersama peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh empati.

Menariknya, program ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam UINSI Samarinda, yaitu Jihan Sabrina Anggraini, Azhari Aprilia Hasanah, dan Alya Octavia. Ketiganya berkesempatan menyampaikan gagasan dan pengalaman dalam sesi pembentangan serta berinteraksi langsung dengan peserta program.

Keterlibatan mahasiswa BKI UINSI dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata penguatan pengalaman akademik, praktik keilmuan, dan kolaborasi internasional. Melalui program komunitas tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pembelajaran lintas budaya, tetapi juga turut berkontribusi dalam isu kesejahteraan mental masyarakat.

Program “Tenang Meniti Usia” menghadirkan sejumlah pemateri dan fasilitator berpengalaman, di antaranya Datin Siti Taniza, Kaunselor Berdaftar dan Presiden PEKA; Tuan Muhammad Saffuan Abdullah, Kaunselor Berdaftar dan International Trainer PEKA; serta Azizah Abd Ghani, Trainer dan Mental Health Facilitator. Turut hadir sebagai pembicara jemputan, Chik Lestari, yang berbagi pandangan mengenai kesejahteraan emosi dan pentingnya dukungan komunitas.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memiliki kepedulian terhadap kebutuhan psikologis dan emosional warga lansia. Program ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi, fasilitator, komunitas, dan institusi pendidikan dalam menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.

Partisipasi mahasiswa UINSI Samarinda dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman akademik mahasiswa di tingkat internasional, sekaligus memperkuat peran Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam dalam merespons isu-isu sosial, kesehatan mental, dan kesejahteraan masyarakat secara lebih luas.

Penulis: Alya Octavia
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»