1.365 Calon Mahasiswa Siap Memperebutkan Bangku Kuliah di UINSI, Wakil Rektor Bidang APK Tinjau Hari Pertama SSE UM-PTKIN 2026

SAMARINDA, UINSI NEWS — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda resmi menggelar ujian Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) tahun 2026. Sebanyak 1.365 calon mahasiswa baru dari berbagai daerah tercatat mengikuti seleksi berbasis komputer ini untuk memperebutkan kursi kuliah di UINSI Samarinda.

Rangkaian ujian ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (8–10 Juni 2026), yang dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Laboratorium Komputer dan Laboratorium Bahasa UINSI Samarinda. Untuk menjaga kondusivitas dan kualitas teknis, setiap harinya pelaksanaan ujian dibagi ke dalam tiga sesi.

Pada hari pertama pelaksanaan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UINSI Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., meninjau langsung jalannya ujian guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar nasional yang ditetapkan Kementerian Agama.

“Monitoring ini penting untuk memastikan seluruh perangkat, jaringan, dan sistem aplikasi SSE bekerja optimal tanpa kendala teknis yang berarti. Kita ingin menjamin kenyamanan seluruh peserta agar mereka dapat berkompetisi secara jujur dan maksimal,” ujar Prof. Muhammad Nasir di sela-sela peninjauan, Senin (8/6).

Dalam pelaksanaan monitoring tersebut, Wakil Rektor turut didampingi oleh Kepala Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UINSI Samarinda, Sumarno, M.Kom., serta Hermansyah, S.Kom. Keduanya memastikan aspek teknis mulai dari kestabilan suplai daya hingga jaringan internet berada dalam kondisi aman.

Sumarno menjelaskan bahwa pembagian lokasi ujian ke dalam dua laboratorium utama (Lab Komputer dan Lab Bahasa) dilakukan untuk mengurai konsentrasi massa sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur digital yang dimiliki universitas.

“Tim TIPD telah melakukan simulasi berkali-kali sebelum hari H. Dengan pembagian tiga sesi per hari, beban jaringan dapat terdistribusi dengan baik, dan protokol pengawasan elektronik bisa diterapkan secara ketat,” jelas Sumarno.

Pelaksanaan ujian SSE UM-PTKIN tahun ini kembali menjadi pembuktian kesiapan UINSI Samarinda dalam menyelenggarakan seleksi nasional yang transparan dan akuntabel. Melalui penjaringan yang ketat dan berbasis teknologi ini, UINSI Samarinda optimistis dapat menjaring input mahasiswa baru yang berkualitas dan siap bersaing di era digital.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»