SAMARINDA, UINSI NEWS — Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., menyampaikan dua poin penting terkait integritas dan profesionalitas kerja dalam amanat apel pagi rutin di Unit Rektorat.
Beliau menyoroti pentingnya sikap istiqomah serta penerapan nyata Lima Nilai Budaya Kerja di lingkungan institusi.
Mengawali amanatnya, Prof. Nasir memanjatkan doa bagi seluruh aparatur dan pegawai UINSI agar senantiasa dikaruniai kesehatan, keberkahan rezeki, serta keikhlasan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Secara khusus, beliau menekan pentingnya sikap istiqomah (konsistensi) dalam kebaikan, termasuk kedisiplinan mengikuti apel pagi. Senin, (29/6).
Menyadari masih adanya pegawai yang belum sempat hadir, Prof. Nasir mengajak seluruh peserta apel untuk mendoakan rekan-rekan mereka. “Kita mendoakan agar teman-teman yang belum bergabung pagi ini ke depannya bisa istiqomah untuk hadir bersama kita,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya budaya saling menasihati dalam kebaikan. Merujuk pada kandungan Surah Al-Asr, Prof. Nasir menegaskan bahwa manusia tidak akan merugi apabila memiliki empat kriteria: beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.
Memasuki poin kedua, Guru Besar UINSI ini memberikan penekanan tegas terkait pembacaan Lima Nilai Budaya Kerja yang selalu digemakan setiap hari Senin. Beliau mewanti-wanti agar ikrar tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas lisan tanpa wujud nyata.
Menganalogikan dengan kiasan dalam Al-Qur’an tentang “keledai yang membawa kitab,” Prof. Nasir mengingatkan bahaya mengetahui suatu nilai kebaikan namun tidak mengamalkannya.
“Jangan sampai yang kita ucapkan ini hanya di mulut saja. Dosa besar bagi orang yang bermulut besar tetapi tidak ada bukti kerjanya,” tegas Prof. Nasir.
Untuk mewujudkan bukti kerja yang nyata, Prof. Nasir menjabarkan konsep profesionalitas yang bertumpu pada kesatuan tiga pilar utama, yaitu :
Pengetahuan Kerja : Setiap pegawai diwajibkan memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing. Hal ini harus dibarengi dengan komitmen untuk terus belajar, melakukan pengembangan diri, dan proaktif mengetahui detail tugas yang harus diselesaikan.
Sikap Kerja : Mencerminkan tanggung jawab yang tuntas dan inisiatif tinggi. “Pegawai harus memiliki inisiatif. Misalnya, ketika satu tugas selesai, jangan diam saja, melainkan berpikir apa lagi yang bisa dan harus dikerjakan,” jelasnya.
Keterampilan Kerja : Kemampuan mengeksekusi tugas dengan cepat, tepat, dan efektif sesuai regulasi. Beliau mengingatkan bahwa kecepatan harus diimbangi dengan ketelitian; tidak sekadar “cepat tapi salah.”
Menutup amanatnya, Prof. Nasir berharap pesan yang disampaikan tidak hanya menjadi pengingat bagi seluruh peserta apel, tetapi juga menjadi sarana muhasabah bagi dirinya sendiri.
“Mudah-mudahan nasihat ini bisa bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi diri saya pribadi,” pungkasnya.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati











