Mahasiswa UINSI Samarinda Ikuti Pembekalan KKN 2026: Pimpinan Tegaskan Pentingnya Etika dan Observasi Sosial

SAMARINDA, UINSI NEWS, — Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali mempersiapkan mahasiswanya untuk terjun langsung ke tengah masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Sebanyak 1.214 mahasiswa secara resmi mengikuti agenda pembekalan guna memantapkan kesiapan mental, etika, dan program kerja sebelum diterjunkan ke berbagai daerah pengabdian.

Penanggung Jawab Pelaksana KKN UINSI Samarinda, Dr. Mustamin, S.Ag., M.Pd., dalam laporannya merincikan bahwa ribuan peserta tersebut terbagi ke dalam beberapa skema pengabdian. Tercatat, KKN Reguler diikuti oleh 508 mahasiswa, KKN Tematik 366 mahasiswa, dan KKN MBKM sebanyak 270 mahasiswa.

Selain itu, UINSI juga mengirimkan delegasi untuk program KKN Persemakmuran Ponorogo (9 UIN Eks-Sunan Ampel Surabaya) sebanyak 9 mahasiswa, serta KKN Kolaborasi bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur yang diikuti oleh 61 mahasiswa.

“Pelaksanaan KKN di Ponorogo akan berlangsung pada 8 Juli hingga 15 Agustus 2026 melalui skema pembiayaan mandiri. Sementara itu, untuk penempatan KKN di wilayah lainnya akan dilaksanakan mulai 10 Juli hingga 20 Agustus 2026,” lapor Dr. Mustamin.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mustamin memberikan pesan yang tegas terkait pendekatan mahasiswa di lapangan. Ia menekankan bahwa menjaga etika harus selalu ditempatkan di atas pelaksanaan program kerja itu sendiri.

“Saya berharap mahasiswa yang turun ke desa tidak lantas memosisikan diri sebagai ‘juru selamat’. Artinya, pada hari pertama tiba di lokasi, jangan langsung memberondong masyarakat dengan pertanyaan soal masalah desa atau menawarkan bantuan secara instan. Lakukan observasi terlebih dahulu, kenali kearifan lokalnya, dan petakan potensi desanya sebelum kalian benar-benar melebur dan terlibat langsung di tengah masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UINSI Samarinda, Prof. Dr. Bambang Iswanto, M.H., mengingatkan bahwa KKN adalah manifestasi dari salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat, yang tidak bisa dipisahkan dari proses pendidikan dan penelitian.

“Pengabdian kepada masyarakat adalah ciri khas institusi pendidikan tinggi. KKN ini akan memberikan pengalaman empiris yang sangat berharga sebagai bekal kalian menghadapi kehidupan yang sesungguhnya pasca-kampus. Insyaallah, lulusan UINSI adalah para calon pemimpin yang mampu memberikan kontribusi dan kemaslahatan di tengah masyarakat,” ujar Prof. Bambang.

Beliau juga menggaris bawahi urgensi pembekalan KKN sebagai sarana untuk mengingatkan mahasiswa bahwa mereka turun ke desa membawa nama besar almamater, bukan sekadar membawa nama pribadi. Segala bentuk tingkah laku, baik maupun buruk, akan berdampak langsung pada citra institusi.

“Dalam lintasan sejarah, mahasiswa PTKIN sejak era IAIN, STAIN, hingga bertransformasi menjadi UIN selalu dikenal memiliki rekam jejak yang sangat baik dalam beradaptasi dengan masyarakat. Karena kita bernaung di bawah kampus dengan identitas keislaman, maka yang paling utama untuk dijaga adalah etika dan adab. Di atas etika sosial secara umum, kita memiliki standar akhlakul karimah yang harus selalu dicerminkan dalam setiap tindakan,” pesannya.

Kemudian agenda dilanjutkan pada sesi materi yang dipandu oleh para pakar, birokrat, dan akademisi di bidangnya.

Pada sesi pertama, mahasiswa dibekali materi mengenai “Tata Kelola Zakat, Infak dan Shadakah (ZIS) di Provinsi Kalimantan Timur” yang dipaparkan langsung oleh Wakil Ketua 3 Baznas Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E.. Sesi yang dimoderatori oleh Dr. Badrut Tamam, M.Pd. ini mengupas tuntas regulasi, tata kelola, serta pemanfaatan dana ZIS untuk kemaslahatan umat.

Melalui materi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi, mengedukasi, sekaligus mensinergikan potensi filantropi Islam lokal di desa penempatan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Materi kedua berfokus pada isu sosial-demografi melalui tema “Kependudukan dan Pembangunan Keluarga”. Sesi ini disampaikan oleh Muslimin, S.H., M.M. selaku Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, dengan dipandu oleh Dr. Muhammad Hasan, M.Pd. sebagai moderator.

Pemaparan ini memberikan pisau analisis bagi mahasiswa untuk memahami peta kependudukan, pentingnya ketahanan keluarga, serta isu-isu krusial pedesaan seperti pencegahan stunting dan pernikahan dini, sehingga program kerja yang dicanangkan tepat sasaran.

Selanjutnya fokus pembekalan beralih pada penguatan kapasitas intelektual masyarakat desa melalui materi “Membangun Budaya Literasi di Era Digital: Tantangan dan Peluang Generasi Emas”. Materi ini disampaikan secara lugas oleh Dr. Badrut Tamam, M.Pd. dan dikawal oleh moderator Muhammad Hasbi, M.E.

Di sini, mahasiswa diarahkan untuk menjadi agen literasi digital yang mampu mengedukasi masyarakat desa agar bijak bermedia sosial, terhindar dari hoaks, sekaligus memanfaatkan teknologi untuk kemajuan literasi generasi muda di daerah.

Pembekalan ditutup dengan materi yang bersifat aplikatif dan fundamental bagi interaksi sosial mahasiswa, yakni
“Etika Sosial dan Komunikasi Efektif dengan Masyarakat”. Materi ini disampaikan langsung oleh Penanggung Jawab Pelaksana KKN, Dr. Mustamin, M.Pd., dengan dimoderatori oleh Dr. Sayuri, M.Pd.

Dalam sesi ini, ditekankan kembali mengenai seni berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, pemahaman sosiologi pedesaan, serta pentingnya menempatkan adab di atas ilmu demi menjaga keharmonisan dan nama baik almamater selama 40 hari masa pengabdian.

Melalui integrasi keempat materi strategis ini mulai dari aspek keagamaan, sosial-kependudukan, literasi digital, hingga etika komunikasi UINSI Samarinda optimistis bahwa 1.214 mahasiswa yang diterjunkan tahun ini mampu menjadi motor penggerak perubahan yang adaptif, solutif, dan penuh empati di tengah masyarakat Kalimantan Timur.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»