SAMARINDA, UINSI NEWS, — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda resmi menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Mengusung konsep humanis dan berwawasan digital, ajang tahunan ini menjadi gerbang awal pembentukan karakter bagi 1.205 mahasiswa baru yang siap bertransformasi menuju jenjang perguruan tinggi. Senin, (10/8).
Ketua Panitia PBAK 2026, Dr. Wahdatun Nisa, M.Pd., menyampaikan bahwa ribuan peserta tersebut tersebar di empat fakultas utama: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sebanyak 545 peserta, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) 283 peserta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 245 peserta, serta Fakultas Syariah (FASYA) 132 peserta.
Mengingat singkatnya masa pendaftaran, terdapat 50 calon mahasiswa baru dari jalur mandiri yang dipastikan akan mengikuti PBAK pada tahun mendatang. Panitia menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan PBAK yang ramah dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta.
“Panitia bertekad melaksanakan PBAK yang humanis dengan mengangkat tema ‘Meneguhkan Karakter Islam, Adaptif, Inovatif, dan Berdaya Saing di Era Transformasi Digital’. Tema ini merupakan pengejawantahan dari filosofi utama UINSI Samarinda, yaitu Spiritualitas, Intelektualitas, dan Profesionalitas,” ujar Dr. Wahdatun Nisa, seraya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Rektor beserta jajaran pimpinan atas bimbingan dan dukungan penuh terhadap kelancaran acara.
Semangat menyambut regenerasi kampus juga digelorakan oleh Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda, Himawan Aditya. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dedikasi seluruh panitia serta menyapa hangat para peserta yang disebutnya sebagai ‘Sultan Idris Muda’.
“Selamat datang kepada Sultan Idris Muda angkatan 2026 yang telah memilih kampus berakreditasi Unggul ini. Anda semua beruntung mendapatkan ruang berproses untuk menemukan jati diri selama masa perkuliahan. Selamat bergabung dengan keluarga besar UINSI Samarinda,” tutur Himawan.
Secara terpisah, Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., menguatkan arahan terkait kewajiban 50 mahasiswa jalur mandiri untuk tetap mengikuti PBAK di periode berikutnya. Menurut beliau, PBAK bukan sekadar formalitas, melainkan gerbang vital untuk memahami tradisi akademik, pengabdian, dan penelitian di lingkungan UINSI.
Dalam amanatnya, Prof. Zurqoni menekankan bahwa nilai-nilai dasar UINSI Samarinda harus dihidupkan dalam keseharian, bukan sekadar slogan.
“Kebutuhan spiritualitas adalah pondasi utama. Sehebat atau secerdas apa pun seseorang, tanpa spiritualitas akan ada ketimpangan dalam perilaku maupun moral di masyarakat,” tegas Rektor.
Beliau juga mengingatkan para mahasiswa baru agar tidak terjebak dalam rutinitas ngejar nilai akademis semata. Dunia perkuliahan, menurutnya, adalah kawah candradimuka untuk menempa soft skills dan hard skills, memperluas wawasan cross-disciplinary, serta membangun karakter yang tangguh di tengah arus cepat digitalisasi.
Melalui PBAK 2026 ini, seluruh ‘Sultan Idris Muda’ diharapkan dapat mengenali almamaternya lebih dekat dan sukses bertransformasi dari pelajar menjadi mahasiswa yang matang, kritis, dan berintegritas.
Penulis : Novan Halim | Editor: Selvi Ramadhani









