MUARA BADAK, UINSI NEWS, — Tiga mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Generasi Bijak” di SMPN 7 Muara Badak, Kutai Kartanegara, Rabu (12/8). Kegiatan yang digagas oleh tim KKN Kolaborasi Desa Saliki ini bertujuan menekan angka pernikahan dini, pergaulan bebas, serta penyalahgunaan narkoba dan rokok di kalangan remaja.
Inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan mahasiswa terhadap tingginya risiko pergaulan bebas dan minimnya pemahaman hukum keluarga di tingkat pelajar.
Materi disajikan secara berurutan oleh ketiga mahasiswa UINSI. Nur Jannah membuka sesi pertama dengan memaparkan dampak hukum dan sosial pernikahan anak berdasarkan regulasi di Indonesia.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Muhammad Aditya yang mengulas bahaya fisik dan mental dari narkoba serta rokok.
Kegiatan ditutup oleh Jihan Aisyah Ayu yang menjelaskan bahaya seks bebas dari sudut pandang hukum positif dan hukum keluarga Islam.
Pihak sekolah menyambut positif edukasi interaktif ini. Wakil Kepala SMPN 7 Muara Badak menegaskan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan remaja saat ini.
“Masa remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan yang bisa menjerumuskan mereka ke dalam pernikahan dini, seks bebas, dan narkoba. Kami berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut didukung oleh pihak Desa Saliki serta menggandeng dua mitra sponsor, yakni brand kosmetik OMG (Oh My Glam) di bawah naungan ParagonCorp dan komunitas sukarelawan HeloKaltim. Selain edukasi hukum dan kesehatan, mitra sponsor OMG juga membuka booth edukasi perawatan kulit (skin barrier) bagi para siswa.
Melalui program “Generasi Bijak”, tim KKN UINSI Samarinda berharap para siswa SMPN 7 Muara Badak memiliki benteng diri yang kuat serta lebih bijak dalam menentukan arah masa depan mereka.
Penulis : Mahasiswa Fasya | Editor : Novan Halim







