UINSI Samarinda Bekali Mahasiswa dan Alumni dengan Pelatihan CV dan Wawancara Kerja, Hadirkan Praktisi BCA dan Blue Sky Hotel

SAMARINDA – UINSI NEWS,– UPT Pengembangan Karier Mahasiswa dan Alumni (PKMA) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Curriculum Vitae (CV) dan Trik Menghadapi Interview Dunia Kerja di Aula Rektorat UINSI Samarinda, Kamis (22/10)

Dua narasumber dihadirkan, yakni Dyah Ayu Purwaningrum, S.Pd., Kepala Cabang BCA Samarinda Seberang, dan Asep Supardi, S.E., Director of Hotel Operations Blue Sky Hotel.

Dalam sambutannya, Kepala UPT PKMA UINSI Samarinda, Gianto, S.Pd., S.IPI., M.Pd.I., menyampaikan bahwa setelah kuliah mahasiswa pasti akan mencari pekerjaan, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Menurutnya, kampus banyak diisi kalangan intelektual, tetapi kegiatan ini sengaja menghadirkan praktisi yang berpengalaman langsung agar peserta dapat meneladani dan mengambil pelajaran dari perjalanan mereka.

Wakil Rektor Bidang AUPK, Prof. Dr. Zamroni, M.Pd., yang hadir mewakili Rektor UINSI Samarinda Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., menyampaikan salam hormat dan permohonan maaf Rektor yang tidak dapat hadir karena bersamaan dengan agenda Hari Santri. Beliau menegaskan bahwa CV adalah jembatan pertama menuju kesuksesan karena menggambarkan pribadi, sisi profesional, dan kompetensi seseorang, sehingga perlu disusun dengan baik, jujur, dan profesional. Wawancara, lanjutnya, sama pentingnya dan memiliki trik tersendiri. Beliau berharap UINSI tidak hanya membangun kemampuan intelektual mahasiswa, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia kerja, serta mengajak peserta memanfaatkan kesempatan dengan aktif bertanya dan berdiskusi. Apresiasi juga disampaikan kepada UPT PKMA yang dinilainya aktif menyelenggarakan kegiatan serupa setiap tahun.

Dyah Ayu Purwaningrum, yang bergabung dengan BCA sejak 2010 dan memulai karier sebagai customer service, mengawali materinya dengan memaparkan profil BCA. Bank yang berdiri sejak 1957 itu kini berusia 69 tahun, memiliki sekitar 1.200 kantor cabang dan 20.000 mesin ATM, serta melayani sekitar 41 juta nasabah. Karyawannya sekitar 26.000 orang, dengan 61 persen perempuan dan 42 persen dari generasi Z. Dyah juga menyebut empat pilar budaya kerja BCA dan sejumlah fasilitas karyawan, termasuk jaminan kesehatan, bonus, THR, dan pelatihan pengelolaan keuangan.

Dyah menginformasikan bahwa BCA sedang membuka dua program rekrutmen. Pertama, Relationship Officer dengan syarat minimal IPK 2,75 dan usia maksimal 24 tahun. Kedua, Magang Bakti BCA dengan syarat minimal IPK 2,5, terbuka bagi lulusan D1 dan S1, usia 18–24 tahun. Ia menyebut BCA menerima sekitar 10.700 lamaran per hari, sehingga peserta perlu menonjolkan keunggulan masing-masing.

Soal CV, Dyah menjelaskan ada dua tipe: CV berdesain kreatif yang cocok untuk posisi seperti tim kreatif atau pemasaran, dan CV sederhana yang ramah sistem pelacak pelamar (Applicant Tracking System/ATS) untuk perusahaan yang menyaring lamaran dengan mesin. Keduanya tidak ada yang lebih benar, dan pilihan disesuaikan kebutuhan perusahaan. CV sebaiknya ringkas namun lengkap, memuat data pribadi, keterampilan, pencapaian, pendidikan, dan pengalaman. Bagi yang belum pernah bekerja, pengalaman organisasi, kepanitiaan, dan kepemimpinan proyek dapat dicantumkan.

Narasumber kedua, Asep Supardi, membawakan materi “Teknik dan Etika Menghadapi Wawancara Kerja dengan Percaya Diri: From First Impression to Final Decision”. Ia berbagi pengalaman pribadi saat melamar kerja pertama kali, ketika penampilannya yang kurang rapi hampir membuatnya gagal. Ia kembali keesokan harinya dengan rambut sudah dipangkas dan akhirnya diterima. Pengalaman itu membuatnya menekankan pentingnya penampilan dan kerapian.

Menurut Asep, kesan pertama sangat menentukan, mencakup cara berpakaian, menyapa, berbicara, bersalaman, hingga bahasa tubuh yang tegak dan percaya diri. Dalam komunikasi wawancara, pelamar diminta mendengarkan dengan baik sebelum menjawab, tidak tergesa-gesa, menjawab dengan tenang, jujur, dan tidak berlebihan. Cara mengakhiri wawancara juga disebut sama pentingnya. Ia mengingatkan bahwa ketakutan yang umum dialami pelamar, seperti takut salah menjawab, kurang bahasa Inggris, atau ditanya pengalaman, dapat diatasi dengan persiapan, termasuk menyiapkan CV, ijazah, dan sertifikat pendukung. Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diharapkan membuat mahasiswa dan alumni UINSI Samarinda lebih siap bersaing di dunia kerja.

 

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»