SAMARINDA, UINSI NEWS,— Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Capaian Mutu Kelembagaan yang berfokus pada Penyusunan Dokumen Manajemen Risiko. Kegiatan yang berlangsung di Yello Hotel Samarinda ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dekanat, ketua lembaga, unit kerja, serta perwakilan dari perguruan tinggi sejawat. Senin, (26/10)
Ketua LPM UINSI Samarinda, Dr. Nur Kholik Afandi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman mendasar mengenai manajemen risiko agar tidak sekadar menjadi teori atau formalitas pengisian angka. Penyusunan dokumen ini juga diselaraskan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 39 Tahun 2025 yang mewajibkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berbasis risiko.
“Sesuai aturan terbaru, implementasi PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam penjaminan mutu harus berbasis pada manajemen risiko. LPM telah menyusun penyesuaian dari kebijakan, manual, standar, hingga formulir yang dilengkapi dengan lampiran manajemen risiko. Melalui FGD ini, kami berharap setiap unit dan fakultas minimal mampu menyusun risk register berbasis tupoksi masing-masing,” ujar Ketua LPM.
FGD ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UINSI Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., yang hadir mewakili Rektor UINSI Samarinda. Dalam pengarahannya, Prof. Nasir menggarisbawahi bahwa manajemen risiko di perguruan tinggi merupakan kebutuhan mutlak untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas mutu kelembagaan.
“Manajemen risiko bukan lagi sebatas wacana, melainkan harus ditindaklanjuti dengan dokumen penetapan yang legal dan resmi. Penetapan tersebut akan menjadi acuan pelaksanaan, yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi berkala, pengendalian melalui Audit Mutu Internal (AMI) atau Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), hingga upaya peningkatan mutu berkelanjutan. Baik risiko akademik maupun non-akademik harus dikelola dengan tepat agar visi kampus unggul dapat tercapai,” tegas Prof. Nasir.
Hadir sebagai narasumber utama, Ir. Solichin Agung Darmawan, MBA., RPA. (Managing Director PT. Decra Group Indonesia), membawakan materi bertajuk “Risk Management Education Organisation Management System Based on ISO 31000:2018”.
Dalam pemaparannya, Ir. Solichin meyakinkan para peserta bahwa penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000 membantu organisasi memetakan isu internal dan eksternal, mengidentifikasi ancaman serta peluang, hingga menetapkan level penanganan yang tepat. Menurutnya, pengelolaan risiko yang sistematis menjadi kunci utama bagi perguruan tinggi untuk menjaga stabilitas growth, capital, dan sustainability di tengah dinamika perubahan zaman.
Melalui agenda ini, UINSI Samarinda terus berkomitmen memperkuat sistem penjaminan mutu internal yang responsif, adaptif, dan akuntabel guna menuju akreditasi institusi bernilai unggul.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati























