Dosen UINSI Samarinda Dampingi LP Ma’arif NU, Perkuat Kepemimpinan dan Daya Saing Sekolah

SAMARINDA, UINSI NEWS,- Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, tidak hanya melalui kegiatan akademik di kampus, tetapi juga melalui kontribusi nyata kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melalui kegiatan pendampingan kepemimpinan transformasional bagi kepala sekolah dan madrasah di lingkungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PCNU Kota Samarinda, Kamis (29/10/2026), di MI Ma’arif NU 003 Samarinda.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini mengangkat tema penguatan kepemimpinan transformasional sebagai fondasi pengembangan program unggulan, penguatan identitas sekolah (school branding), serta peningkatan inovasi dan daya saing lembaga pendidikan.

Ketua LP Ma’arif NU PCNU Kota Samarinda, Dr. Sayuri, M.Pd., hadir secara langsung sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dosen UINSI Samarinda dalam memberikan pendampingan kepada satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU.

Menurut Sayuri, pendampingan semacam ini sangat penting untuk menunjang peningkatan mutu dan daya saing lembaga pendidikan. Sekolah dan madrasah Ma’arif perlu terus berbenah, mengembangkan keunggulan, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompetitif.

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi harus memiliki visi yang jelas, kemampuan menggerakkan sumber daya, serta keberanian menghadirkan inovasi yang berdampak bagi kemajuan lembaga.

“Kami berharap pendampingan ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui pengembangan program unggulan dan inovasi nyata di masing-masing satuan pendidikan. Dengan demikian, sekolah dan madrasah Ma’arif semakin berkualitas, memiliki daya saing, dan semakin dipercaya masyarakat,” demikian pesan yang menjadi penekanan dalam kegiatan tersebut.

Hadir sebagai narasumber sekaligus pendamping, Muhammad Iwan Abdi, M.Si., dosen UINSI Samarinda. Dalam materinya, ia menguraikan empat fondasi penting transformasi sekolah, yakni Transformational Leadership, School Improvement, School Branding, dan pendekatan Participatory Action Research (PAR).

Iwan menjelaskan bahwa transformasi sekolah harus dimulai dari perubahan pola kepemimpinan. Kepala sekolah perlu mengambil peran sebagai penggerak perubahan yang mampu membangun visi bersama, mengembangkan potensi warga sekolah, dan menciptakan lingkungan kerja yang produktif serta inovatif.

Ia juga memaparkan empat pilar kepemimpinan transformasional yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sekolah. Pertama, Idealized Influence atau keteladanan, yakni kemampuan pemimpin menjadi contoh dalam integritas, sikap, dan tindakan. Kedua, Inspirational Motivation atau motivasi inspiratif, yaitu kemampuan membangun optimisme dan semangat kolektif dalam mencapai tujuan bersama.

Ketiga, Individualized Consideration atau perhatian individual, yakni kemampuan pemimpin memahami kebutuhan dan potensi setiap anggota organisasi melalui pendekatan empati. Keempat, Intellectual Stimulation atau stimulasi intelektual, yaitu kemampuan mendorong warga sekolah untuk berpikir kritis, kreatif, dan terbuka terhadap berbagai gagasan pembaruan.

Selain aspek kepemimpinan, Iwan menekankan pentingnya school branding dalam membangun kepercayaan masyarakat. Menurutnya, identitas dan citra sekolah tidak cukup dibangun melalui slogan atau kegiatan promosi, tetapi harus ditopang oleh kualitas layanan pendidikan, program unggulan, budaya organisasi, serta karakteristik khas yang menjadi pembeda setiap lembaga.

Sementara itu, melalui pendekatan PAR, pengembangan sekolah diarahkan agar melibatkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan. Proses perubahan dilakukan dengan mengidentifikasi persoalan, merumuskan kebutuhan, menyusun program, melaksanakan tindakan, dan mengevaluasi hasil secara bersama-sama.

Pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan pendidikan melalui penerapan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi antara UINSI Samarinda dan LP Ma’arif NU diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan mutu pendidikan, khususnya pada satuan pendidikan di lingkungan Ma’arif.

Melalui kegiatan tersebut, kepala sekolah dan madrasah diharapkan mampu menerjemahkan konsep kepemimpinan transformasional ke dalam langkah-langkah konkret, mulai dari pembenahan tata kelola, pengembangan program unggulan, penguatan identitas lembaga, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Kolaborasi ini sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat. Ilmu pengetahuan tidak hanya dikembangkan di ruang akademik, tetapi juga perlu dihadirkan sebagai solusi atas kebutuhan dan tantangan nyata dunia pendidikan.#

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»