SAMARINDA, UINSI NEWS— Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Beberapa jurnal ilmiahnya terdiri dari Borneo International Journal of Islamic Studies , Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, INASJIF, Ghaly : Journal of Islamic Economic Law, resmi mengalami kenaikan peringkat akreditasi nasional pada posisi peringkat 3.
Peningkatan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 156/C/C3/KPT/2026 tentang Peringkat Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah Periode 2 Tahun 2025, yang diumumkan pada Rabu (8/4).
Kenaikan ini menjadi indikator penting atas peningkatan kualitas tata kelola jurnal, substansi keilmuan, serta konsistensi penerbitan yang dilakukan oleh tim pengelola jurnal.
Sekretaris LP2M UINSI Samarinda, Dr. Umar Fauzan, M.Pd., menjelaskan bahwa peningkatan peringkat SINTA dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, terutama kualitas artikel yang dipublikasikan. Menurutnya, artikel yang diterbitkan harus memiliki unsur kebaruan (novelty), metodologi yang akurat, serta kontribusi ilmiah yang jelas.
“Selain kualitas artikel, konsistensi penerbitan juga menjadi faktor penting. Pengelolaan jurnal berbasis Open Journal System (OJS), proses peer review yang berjalan profesional secara daring, serta indeksasi nasional turut menunjang kenaikan peringkat,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa faktor keterbacaan dan sitasi juga menjadi indikator penting. Semakin tinggi tingkat kunjungan dan sitasi terhadap artikel, maka semakin besar peluang jurnal untuk naik peringkat.
Dalam upaya mencapai dan mempertahankan peringkat SINTA yang lebih tinggi, pengelola jurnal menerapkan berbagai strategi. Di antaranya adalah peningkatan kapasitas tim editor agar memiliki kompetensi unggul, baik dalam penguasaan sistem OJS, pemahaman kualitas artikel ilmiah, maupun jejaring akademik.
Selain itu, proses seleksi artikel dilakukan secara ketat, mulai dari pemeriksaan plagiarisme, kesesuaian dengan fokus dan ruang lingkup jurnal, hingga kelengkapan teknis penulisan. Artikel yang lolos seleksi awal kemudian dikirimkan kepada reviewer bereputasi dengan rekam jejak akademik yang kuat di tingkat nasional maupun internasional.
Strategi lain yang tidak kalah penting adalah penguatan indeksasi jurnal di berbagai lembaga pengindeks seperti Google Scholar serta perluasan diseminasi dan jejaring penulis, baik di tingkat regional, nasional, maupun global.
Lebih lanjut, Dr. Umar menegaskan bahwa peran tim editor sangat vital dalam menjaga kualitas publikasi. Tim editor berfungsi sebagai gatekeeper yang memastikan hanya artikel terbaik yang diterbitkan. Mereka juga bertanggung jawab dalam seluruh proses editorial, mulai dari pengecekan awal, proses review, revisi, hingga tahap publikasi.
Selain itu, pengelola jurnal juga berperan dalam membangun jejaring akademik yang kuat serta menjaga integritas ilmiah, termasuk mencegah plagiarisme, manipulasi data, dan pelanggaran etika publikasi. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas jurnal dari lokal menuju nasional hingga internasional.
Dari sisi dampak, kenaikan peringkat SINTA memberikan pengaruh signifikan terhadap reputasi akademik UINSI Samarinda. Peringkat jurnal menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kualitas suatu perguruan tinggi dan dapat dibandingkan dengan institusi lain di tingkat regional maupun nasional.
“Semakin tinggi peringkat jurnal yang dimiliki, maka semakin kuat daya saing lembaga, termasuk dalam menarik kolaborasi akademik, baik nasional maupun internasional,” jelasnya.
Selain itu, capaian ini juga berkontribusi dalam mendukung akreditasi program studi dan institusi, bahkan menjadi salah satu faktor penting dalam transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN.
Lebih luas lagi, peningkatan kualitas jurnal ilmiah turut memberikan manfaat bagi masyarakat. Publikasi ilmiah berperan dalam diseminasi ilmu pengetahuan yang dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan berbasis riset.
“Berbagai persoalan masyarakat dapat dicarikan solusi melalui penelitian yang dipublikasikan di jurnal. Selain itu, keberadaan jurnal juga mendorong peningkatan literasi ilmiah masyarakat,” pungkas Dr. Umar.
Sementara itu, Ketua LP2M UINSI Samarinda, Prof. Bambang Iswanto, M.H., turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Beliau menegaskan bahwa peningkatan peringkat jurnal merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah yang berkualitas.
“Peningkatan peringkat ini merupakan hasil dari kerja kolektif dan konsistensi seluruh tim pengelola jurnal dalam menjaga kualitas publikasi. Ini juga sejalan dengan komitmen UINSI dalam membangun ekosistem riset yang unggul dan berkelanjutan,” ujarnya.
Beliau juga menegaskan bahwa penguatan jurnal ilmiah menjadi salah satu fokus strategis LP2M dalam meningkatkan reputasi akademik institusi.
“Kami terus mendorong agar jurnal-jurnal di UINSI tidak hanya terakreditasi secara nasional, tetapi juga mampu menembus indeksasi internasional bereputasi. Karena itu, pembinaan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas pengelola jurnal akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Prof. Bambang berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta memperluas jejaring kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Keberhasilan ini harus menjadi motivasi bersama untuk terus meningkatkan mutu, tidak hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi juga melangkah ke yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda semakin menegaskan komitmennya dalam mengembangkan budaya riset dan publikasi ilmiah yang berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat luas.
Penulis : Novan Halim
Editor : Nisa Rahmawati




