Waqaf Integratif dan Inovasi Sosial Ekonomi Islam”: Dosen FEBI UINSI Tampil sebagai Keynote Speaker pada Ajang International Seminar di USIM Malaysia

MALAYSIA, UINSI NEWS, — Komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda dalam memperkuat internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam International Seminar yang diselenggarakan di Aula Fakulti Ekonomi Muamalah (FEM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Bandar Baru Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, pada minggu kedua Mei 2026.
Seminar internasional yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 waktu Malaysia tersebut menjadi forum ilmiah untuk mempertemukan akademisi, dosen, dan mahasiswa dalam mendiskusikan berbagai inovasi pengembangan ekonomi dan bisnis Islam yang relevan dengan tantangan global.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Dekanat Fakulti Ekonomi Muamalah (FEM) USIM yang disampaikan oleh Dr. Halimah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran delegasi FEBI UINSI Samarinda serta menegaskan pentingnya kolaborasi akademik lintas negara dalam memperkuat pengembangan ilmu ekonomi Islam yang berbasis riset, inovasi, dan kebermanfaatan sosial.

Pada kesempatan tersebut, tiga dosen FEBI UINSI Samarinda tampil sebagai keynote speaker yang menyampaikan gagasan dan hasil kajian ilmiah dari perspektif multidisipliner.
Pemateri pertama, Dr. H. Moh. Mahrus, S. Ag., M. HI, mempresentasikan materi berjudul “Pemberdayaan Pesantren Berbasis Waqaf: Kasus Kalimantan Timur.” Dalam paparannya, beliau menjelaskan bagaimana instrumen wakaf dapat dioptimalkan sebagai fondasi pemberdayaan ekonomi pesantren melalui pengelolaan aset produktif, penguatan kemandirian lembaga pendidikan Islam, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Studi kasus di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf secara profesional mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis komunitas.

Selanjutnya, Dr. Iskandar Zainuddin, M. Ag. menyampaikan presentasi bertajuk “Eko-teologi al-Qur’an Berbasis Maqashid: Platform Komputasional.” Materi tersebut menawarkan perspektif baru mengenai integrasi nilai-nilai ekologis dalam Al-Qur’an dengan pendekatan Maqashid al-Syariah yang didukung oleh pengembangan platform komputasional. Konsep ini membuka peluang lahirnya inovasi digital dalam kajian Islam sekaligus memperkuat kontribusi teknologi terhadap pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan berdasarkan nilai-nilai wahyu.

Sementara itu, Dr. Hj. Wahdatun Nisa, M.A. memaparkan materi berjudul “Global Trends in Entrepreneurship Education: Challenges and Opportunities.” Presentasi tersebut mengulas perkembangan pendidikan kewirausahaan di tingkat global, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam membangun jiwa entrepreneur mahasiswa, serta peluang integrasi nilai-nilai Islam dalam mencetak wirausahawan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing internasional.

Setelah seluruh pemaparan selesai, seminar dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara dinamis. Mahasiswa Fakulti Ekonomi Muamalah (FEM) USIM menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait pengembangan wakaf produktif, implementasi eko-teologi dalam ekonomi Islam, hingga strategi penguatan pendidikan kewirausahaan berbasis nilai-nilai syariah.
Kegiatan internasional ini juga diikuti oleh tiga mahasiswa FEBI UINSI Samarinda, yaitu Meylia Fitrianna S., Cici Fadillah, dan Achmad Nailur Ridho, yang hadir sebagai peserta aktif mewakili program studi di lingkungan FEBI. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan pengalaman belajar dalam forum ilmiah internasional.

Dekan FEBI UINSI Samarinda, Dr. H. Moh. Mahrus, S. Ag., M. HI, menyampaikan bahwa partisipasi dosen dan mahasiswa dalam seminar internasional merupakan implementasi nyata dari komitmen fakultas untuk memperkuat jejaring akademik global dan meningkatkan kontribusi keilmuan Indonesia di tingkat internasional.

“Forum ilmiah seperti ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan, memperkenalkan inovasi riset, sekaligus membangun kolaborasi lintas negara dalam pengembangan ekonomi dan bisnis Islam. Kami berharap hasil-hasil diskusi ini dapat menjadi inspirasi bagi penguatan riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan umat,” ujarnya.

Seminar ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan anggota Chancellor USIM, para dosen Fakulti Ekonomi Muamalah, delegasi FEBI UINSI Samarinda, serta mahasiswa dari kedua institusi. Momen tersebut menjadi simbol eratnya hubungan akademik antara UINSI Samarinda dan USIM Malaysia sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mengembangkan kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FEBI UINSI Samarinda terus menunjukkan kiprahnya sebagai institusi yang aktif mendorong inovasi sosial ekonomi Islam, memperkuat literasi keuangan dan pengembangan sumber daya manusia Islami yang unggul, serta memperluas jejaring kolaborasi internasional dalam mewujudkan pengembangan ekonomi Islam yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»