UINSI Samarinda Gelar Pekan AMI, Komitmen Pertahankan Standar Mutu Berkelanjutan

SAMARINDA UINSI NEWS,— Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda resmi membuka agenda tahunan Pekan Audit Mutu Internal (AMI) yang dilaksanakan pada aula gedung rektorat lantai 3. Agenda ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan kampus dalam mempertahankan standar mutu, menyusul raihan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul yang telah dicapai. Senin, (27/7).

Ketua LPM UINSI Samarinda, Dr. Nur Kholik Afandi, M.Pd., menyampaikan bahwa sebanyak 68 personel auditor ditugaskan untuk mengawal proses evaluasi mutu tahun ini. Jumlah auditor yang terbilang besar tersebut menunjukkan tingginya kepedulian institusi terhadap penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Adapun sasaran audit tahun ini mencakup 33 program studi (prodi), 5 unit/lembaga, hingga jajaran Rektorat.

“AMI ini merupakan bagian penting dari tahap evaluasi dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Kehadiran auditor bukan untuk mencari kesalahan, melainkan berproses bersama untuk memotret penerapan standar serta membenahi kualitas kelembagaan,” ujar Dr. Nur Kholik.

Beliau juga menekankan pentingnya membangun budaya mutu (quality culture) yang tersistematisasi sebagai kriteria utama mempertahankan akreditasi Unggul, baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Di samping itu, pihaknya mendorong agar ke depan kegiatan AMI dapat dikolaborasikan dengan Satuan Pengawasan Internal (SPI) untuk mencakup aspek audit non-akademik.

Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, mengingatkan pentingnya AMI sebagai alat evaluasi mandiri sekaligus fondasi dalam menghadapi audit eksternal, seperti surveilans ISO, BAN-PT, hingga berbagai LAM (LAMDIK, LAMEMBA, LAM Infokom, dan LAMGAMA).

Dengan gaya penyampaian yang lugas dan diselingi humor, Prof. Zurqoni menyoroti bahwa audit mutu harus dimulai dari hal-hal esensial di sekitar lingkungan kerja, termasuk kesiapan sarana-prasarana dan sumber daya manusia dalam setiap kegiatan.

“AMI adalah sarana perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Hari ini kita bertindak sebagai auditor, namun di saat lain kita adalah auditee. Budaya patuh terhadap standar harus terus ditingkatkan,” tegas Rektor.

Selain AMI, Rektor juga menyoroti pemenuhan syarat instrumen akreditasi Unggul terbaru yang kian ketat, di antaranya kualifikasi SDM dosen berpendidikan S3 yang ditargetkan mencapai minimal 50% + 1, serta peningkatan publikasi karya ilmiah dosen pada jurnal terindeks minimal Sinta 2. Beliau mendorong para dosen yang tengah menyelesaikannya studi lanjut agar dapat segera menyelesaikan pendidikan tepat waktu demi mendukung pencapaian indikator kinerja utama perguruan tinggi.

Menutup sambutannya, Prof. Zurqoni meminta kepada seluruh pimpinan fakultas, unit, dan lembaga untuk bersikap kooperatif dan memberikan pelayanan terbaik selama pekan pelaksanaan AMI berlangsung.

“Mari kita tingkatkan komitmen bersama untuk menjaga dan meningkatkan mutu UINSI Samarinda, baik akademik maupun non-akademik,” pungkasnya seraya membuka Pekan AMI secara resmi dengan bacaan basmalah.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»