SAMARINDA, UINSINEWS,- Pusat Pengabdian Pada Masyarakat bersama Pusat Literasi dan Media Digital Beserta Humas UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan Workshop Jurnalistik bertajuk “KKN Berkarya, Jurnalisme Bercerita” secara virtual pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan yang diikuti mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 ini bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mendokumentasikan sekaligus mempublikasikan berbagai program pengabdian kepada masyarakat secara profesional, menarik, dan berdampak.
Workshop dibuka oleh Dr. Mustamin, M.Pd. Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat melalui sambutan pembuka. Sementara materi utama disampaikan oleh Nisa Rahmawati, S.Pd., dengan Rifa’atul Ulfatannisa, M.Pd. bertindak sebagai moderator.
Dr. Mustamin, M.Pd. pada sesi opening speech menyampaikan bahwa KKN bukan hanya tentang melaksanakan program di tengah masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kita menceritakan proses, manfaat, dan dampak dari setiap pengabdian yang dilakukan.
“Publikasi menjadi jembatan yang menghubungkan karya mahasiswa dengan masyarakat luas. Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta mengikuti workshop ini dengan sungguh-sungguh agar mampu menghasilkan berita dan konten yang informatif, inspiratif, serta mencerminkan kualitas UINSI Samarinda,” ujar Dr. Mustamin saat sesi opening speech.
Dalam paparannya, Nisa Rahmawati, Narasumber yang juga merupakan Koordinator Humas UINSI Samarinda menegaskan bahwa publikasi bukan sekadar menyampaikan informasi mengenai suatu kegiatan, melainkan menjadi instrumen untuk membangun pemahaman, kepercayaan, sekaligus mengajak masyarakat terlibat dalam setiap program pengabdian yang dilaksanakan mahasiswa.
“Publikasi yang baik mampu membuat masyarakat mengetahui apa yang kita lakukan, memahami manfaatnya, hingga terdorong untuk ikut merasakan dampaknya,” jelasnya saat memaparkan konsep dasar publikasi. Menurutnya, keberhasilan publikasi dapat dilihat melalui tiga tahapan komunikasi, yakni awareness, acceptance, dan action, di mana dampak nyata di masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan, bukan semata-mata tingginya interaksi di media sosial.
Lebih lanjut, peserta diajak memahami bahwa setiap kegiatan KKN harus dikemas sebagai sebuah cerita yang memiliki nilai bagi masyarakat. Sebelum menulis berita maupun membuat konten, mahasiswa perlu mampu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar, seperti mengapa kegiatan tersebut penting, siapa yang menerima manfaat, perubahan apa yang dihasilkan, dan mengapa masyarakat perlu mengetahui program tersebut. Pendekatan ini diyakini mampu menghasilkan publikasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif.
Pada sesi berikutnya, Nisa memaparkan strategi pemanfaatan media digital. Ia menjelaskan bahwa Instagram menjadi kanal publikasi utama UINSI Samarinda karena memiliki jangkauan audiens terbesar dibanding platform lainnya. Selain itu, algoritma Instagram saat ini lebih memprioritaskan konten Reels, sehingga mahasiswa didorong memproduksi video pendek yang kreatif, komunikatif, dan relevan agar mampu meningkatkan branding serta awareness terhadap kegiatan KKN.
Untuk mendukung publikasi yang terintegrasi, mahasiswa juga diberikan pedoman teknis pembuatan konten. Di antaranya menggunakan bahasa Indonesia yang baik, menghindari konten bermuatan SARA maupun kekerasan, membuat video berdurasi maksimal tiga menit dengan format vertikal, mencantumkan tagar #KKNUINSIBerdampak dan #KKNUINSI2026, serta melakukan kolaborasi unggahan bersama akun resmi @uinsisamarinda dan @lp2m_uinsi.
Tidak hanya membahas media sosial, workshop ini juga membekali mahasiswa dengan teknik penulisan berita yang sesuai kaidah jurnalistik. Narasumber menjelaskan bahwa judul berita harus singkat, aktif, menarik, dan mengandung unsur kebaruan. Isi berita wajib menerapkan prinsip 5W+1H, memuat kutipan narasumber, menonjolkan dampak program kerja dibandingkan aspek seremonial, serta dilengkapi dokumentasi foto terbaik yang relevan.
Dr. Badrut Tamam, M.Pd Kepala Pusat Literasi dan Media Digital UINSI Samarinda berharap setiap kelompok KKN tidak hanya sukses melaksanakan program pengabdian di tengah masyarakat, tetapi juga mampu mendokumentasikan setiap proses dan hasilnya dalam bentuk berita maupun konten digital yang inspiratif. Dengan demikian, berbagai inovasi mahasiswa dapat dikenal lebih luas sekaligus memperkuat citra UINSI Samarinda sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pengembangan masyarakat.#








