YOGYAKARTA, UINSI NEWS, — Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UINSI Samarinda, Dr. H. Moh. Mahrus, S.Ag., M.HI dan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Hum menghadiri Pengukuhan Pengurus Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (AFEBIS) periode 2026 – 2028 dan Rapat Kerja Nasional AFEBIS) yang dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 14 – 15 Juni 2026.
Dekan FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Misnen Ardiansyah, SE., M.Si, Ak. CA. ACPA. dikukuhkan sebagai Ketua Umum AFEBIS periode 2026–2028. Dekan FEBI UINSI Samarinda, Dr. H. Moh. Mahrus, S.Ag., M.HI Turut dikukuhkan dalam kepengurusan nasional AFEBIS pada bidang Departemen Pembangunan Ekonomi dan Kajian Strategis. Pengukuhan dilakukan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, MA. Kegiatan ini diikuti 52 FEBI se Indonesia.
Kehadiran FEBI UINSI Samarinda dalam forum nasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kelembagaan, meningkatkan kualitas tata kelola fakultas, serta memperluas kolaborasi akademik dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. AFEBIS merupakan organisasi yang mewadahi fakultas-fakultas ekonomi dan bisnis Islam di Indonesia. Keberadaan asosiasi ini memiliki peran strategis dalam menyinergikan berbagai kebijakan, program, dan inovasi yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam. Melalui AFEBIS, berbagai fakultas dapat saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta merumuskan langkah-langkah bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan Pengukuhan dan Rakernas AFEBIS tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh anggota asosiasi untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong kemajuan pendidikan ekonomi dan bisnis Islam di tengah dinamika global yang terus berkembang. Berbagai isu strategis dibahas secara mendalam, mulai dari penguatan kurikulum berbasis OBE (Outcome Based Education) yang adaptif terhadap perkembangan industri, transformasi digital dalam pendidikan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan riset dan publikasi ilmiah yang berdampak bagi masyarakat.
Rakernas ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Dewan Pengurus Nasional AFEBIS yang baru.
“AFEBIS harus menjadi motor penggerak pengembangan FEBI di Indonesia agar mampu menjadi fakultas yang unggul, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi umat,” ujarnya.
Dalam rangkaian Rakernas, salah satu sesi yang mendapat perhatian besar peserta adalah presentasi Prof. Dr. M. Anggito Abimanyu, M.Sc., Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sekaligus Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Gadjah Mada.
Dalam paparannya, Prof. Anggito mengungkapkan berbagai paradoks perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, meskipun jumlah penduduk muslim Indonesia mencapai sekitar 85 persen, pangsa industri keuangan syariah masih berada pada kisaran 12 persen. Sementara itu, aset perbankan syariah hanya menguasai sekitar 7 persen dari total aset perbankan nasional dan sebagian besar terkonsentrasi pada Bank Syariah Indonesia (BSI).
Beliau juga menyoroti berbagai persoalan lain, seperti rendahnya jumlah investor syariah, minimnya sertifikasi halal dibandingkan jumlah konsumen muslim, dominasi dana haji yang mengalir ke luar negeri, hingga masih terbatasnya kontribusi lulusan perguruan tinggi Islam terhadap kebutuhan tenaga kerja industri keuangan syariah.
“Ekonomi syariah Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, namun masih terdapat kesenjangan yang lebar antara potensi dan realitas. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri,” tegasnya.
Sebagai solusi, Prof. Anggito merekomendasikan penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah melalui pendekatan yang lebih aplikatif. Perguruan tinggi didorong untuk meningkatkan jaringan program magang khususnya bagi mahasiswa di berbagai lembaga strategis seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS. Selain itu, pembelajaran juga perlu diarahkan pada penguasaan teknologi digital, pengembangan aplikasi, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), simulasi bisnis, serta praktik penyusunan laporan keuangan secara langsung.
Selama pelaksanaan Rakernas, para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, sidang pleno, seminar, dan forum kelompok yang membahas beragam isu penting terkait pengelolaan fakultas ekonomi dan bisnis Islam. Salah satu topik yang mendapatkan perhatian besar adalah penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang saat ini menjadi salah satu standar dalam pengembangan program studi di perguruan tinggi.
Dekan FEBI UINSI Samarinda menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Rakernas AFEBIS merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang mengikuti dinamika pendidikan tinggi. Menurutnya, forum seperti AFEBIS sangat penting karena menjadi wadah bagi para pimpinan fakultas untuk bertukar gagasan, menyusun strategi bersama, serta memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa hasil-hasil pembahasan dalam Rakernas akan menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi FEBI UINSI Samarinda dalam merancang berbagai program pengembangan fakultas ke depan. Berbagai rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan akademik, penguatan tata kelola kelembagaan, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.
Penulis : Kontributor Humas FEBI UINSI Samarinda | Editor : Novan Halim





