UINSI Samarinda Siapkan Postur Anggaran 2027 yang Sehat dan Strategis

SAMARINDA, UINSI NEWS — Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda bergerak cepat memulai persiapan penyusunan anggaran pagu sementara untuk tahun anggaran 2027.

Langkah strategis ini ditandai dengan pembukaan kegiatan secara resmi oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr. Taufik Rahman, S.Ag., M.Pd.

Pertemuan krusial ini menggarisbawahi sejumlah agenda besar, mulai dari reformasi formula pembagian pagu anggaran fakultas, kebijakan efisiensi ketat, hingga penegasan posisi strategis UINSI Samarinda sebagai mitra utama pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam sesi pengantar, Ketua Tim Perencanaan dan Keuangan, Abdul Wahid, S.Pd.I., M.Pd., mengungkapkan bahwa skema pembagian pagu anggaran ke setiap fakultas akan ditinjau dan direformasi ulang.

Menurutnya, formula yang digunakan selama lima tahun terakhir sudah saatnya disesuaikan agar lebih proporsional.

Evaluasi Indikator: Pembagian pagu ke depan akan dihitung ulang secara cermat berdasarkan rasio riil di setiap fakultas.

Variabel Penentu: Penyesuaian mencakup jumlah mahasiswa, jumlah program studi (prodi), jumlah pendidik (dosen), tenaga kependidikan (tendik), hingga estimasi rasio kebutuhan spesifik masing-masing fakultas.

Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., dalam arahannya menekankan pentingnya kebijakan efisiensi dan penajaman anggaran. Rektor menginstruksikan penghapusan anggaran di unit-unit tertentu yang dinilai kurang mendesak demi efektivitas penggunaan dana eksternal maupun internal Kementerian Agama.

“Anggaran kita terbatas. Oleh karena itu, harapan saya tim perencanaan anggaran bisa merumuskan formula yang seefektif dan seefisien mungkin agar kebutuhan yang benar-benar krusial tetap dapat terakomodasi,” tegas Rektor.

Sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian finansial kampus, Rektor mendorong optimalisasi pengelolaan sumber daya keuangan melalui skema Badan Layanan Umum (BLU), seperti penyewaan gedung, pengelolaan kantin, dan sektor potensial lainnya.

Selain persoalan internal, Prof. Zurqoni membagikan kabar optimis terkait hasil audiensi jajaran pimpinan (Rektor, Wakil Rektor, dan Kabiro) bersama Otorita IKN. Audiensi ini mempertegas posisi strategis UINSI Samarinda yang berada di jantung ibu kota provinsi sekaligus penyangga IKN.

Menindaklanjuti pesan Menteri Agama agar UINSI “tidak hanya menjadi penonton”, usulan pengembangan kampus UINSI Samarinda di kawasan IKN mendapatkan respons yang sangat positif dari para Deputi Otorita IKN. Hal ini diproyeksikan akan membawa dampak besar pada peta perencanaan program dan anggaran kampus ke depan.

Hadir sebagai narasumber, Ketua Kasubtim Perencanaan PTKIN Ditjen Pendis Kemenag RI Novardi, S.Kom., memaparkan peta jalan penyusunan anggaran nasional tahun 2027. Ia mengungkapkan bahwa anggaran Kementerian Agama secara nasional sebenarnya mengalami kenaikan tajam hingga Rp3,5 triliun. Namun, kenaikan tersebut dialokasikan secara spesifik untuk pos belanja pegawai, termasuk pemenuhan tunjangan profesi.

Novardi mengingatkan tim perencana UINSI Samarinda untuk melakukan kalkulasi data secara presisi.

“Anggaran belanja pegawai tahun 2027 ini mohon dihitung betul dan divalidasi dengan cermat agar akuntabilitasnya bersih dan validitasnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.

Melalui sinergi reformasi pagu internal, efisiensi berbasis skala prioritas, dan penangkapan peluang strategis di IKN, UINSI Samarinda optimis dapat menyusun postur anggaran 2027 yang sehat, akuntabel, dan progresif demi kemajuan institusi.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»