UINSI Samarinda dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Gelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Bersama

SAMARINDA, UINSI NEWS – Mematahkan stigma bahwa perguruan tinggi senantiasa berada dalam arena persaingan untuk memperebutkan mahasiswa, Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda dan UIN Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta menorehkan sejarah baru.

Kedua institusi pendidikan tinggi Islam terkemuka ini bergandengan tangan dalam acara Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Kolaboratif yang digelar di Lantai 3 Gedung Rektorat UINSI Samarinda.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini mendapat antusiasme tinggi, terbukti dengan hadirnya perwakilan dari sekitar 50 sekolah tingkat Madrasah Aliyah (MA), SMA, dan SMK se-Kota Samarinda dan sekitarnya.

Mewakili Rektor UINSI Samarinda yang tengah menjalankan agenda penting lainnya, Kepala Bagian Umum dan Akademik UINSI Samarinda, Ahmad Mahyuddin, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas terwujudnya sinergi dan kehadiran puluhan perwakilan sekolah tersebut.

“Sejatinya kampus itu bersaing dan bertanding. Wajar jika dari tingkat dasar hingga menengah sekolah saling bersaing untuk mendapatkan siswa sebanyak-banyaknya. Namun, di ruangan ini, hari ini, kita membuktikan bahwa kampus tidak selamanya harus bersaing. Kita bisa bersanding, berkolaborasi, dan berbagi untuk menjadi luar biasa,” ujar Ahmad Mahyuddin di hadapan para guru dan perwakilan sekolah.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kolaborasi ini murni untuk memberikan akses dan peluang sebesar-besarnya bagi lulusan madrasah dan sekolah menengah untuk menikmati pendidikan tinggi, baik di UINSI Samarinda maupun di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Lebih lanjut, Mahyuddin menyoroti kedekatan emosional dan historis yang harmonis antara kedua lembaga. “Dosen-dosen kita di UINSI banyak yang merupakan alumni dari UIN Yogyakarta. Dan yang selalu menjadi kebanggaan kita bersama, Rektor UIN Yogyakarta saat ini merupakan putra asli kelahiran bumi Kalimantan,” tambahnya bangga.

Sejalan dengan semangat kolaborasi tersebut, Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Moh. Sodik, M.Si., turut memberikan pencerahan mengenai visi besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di bawah naungan Kementerian Agama RI. Ia menegaskan bahwa PTKIN mengemban amanat besar yang memadukan nilai kebangsaan dan keagamaan melalui tiga pilar kajian utama:

Hadharah An-Nash (Kajian Teks Keagamaan)

Setiap mahasiswa di PTKIN wajib dibekali dengan studi Islam yang mendalam, mulai dari Al-Qur’an, Tafsir, hingga Hadis. Prof. Sodik menekankan bahwa pendidikan di PTKIN tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang pintar secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

“Banyak orang hebat tiba-tiba terlibat korupsi karena rendahnya spiritualitas. Kalau sekadar pintar tapi korupsi, untuk apa ilmu tersebut pada akhirnya? Di sinilah kita menggembleng mahasiswa, bukan sekadar mentransfer ilmu, tapi membentuk manusia seutuhnya. Akhlakul karimah adalah hal utama,” tegas Prof. Sodik.

Sebagai bentuk nyata perlindungan moral, lanjutnya, PTKIN saat ini juga telah membentuk pusat-pusat pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual, memastikan kampus menjadi ruang aman dan ramah bagi mahasiswa.

Hadharah Al-‘Ilmi (Kajian Ilmiah)

Baik UIN SUKA maupun UINSI telah menerapkan standar mutu keilmuan yang diakui di tingkat nasional dan internasional. Hal ini dibuktikan dengan kontrol mutu periodik oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) maupun Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Hadharah Al-Falsafah (Kajian Falsafah)

Pilar terakhir, PTKIN turut menanamkan fondasi filosofis yang kuat. Kajian ini mencakup falsafah Pancasila, pemikiran para pendiri bangsa (muassis), falsafah para syuhada, falsafah kebudayaan, hingga ekoteologi.

Melalui sinergi lintas kampus ini, UINSI Samarinda dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berkomitmen penuh meyakinkan masyarakat khususnya 50 sekolah yang hadir bahwa PTKIN adalah destinasi pendidikan terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dalam sains, berdaya saing global, namun tetap membumi dengan akhlak mulia.

Sesi sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang sangat dinantikan oleh para peserta, khususnya mengenai peluang program studi strategis dan keunggulan masing-masing universitas.

Ketua Admisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Andini, M.I.Kom., membuka sesi presentasi dengan membawa kabar gembira mengenai kehadiran Fakultas Kedokteran (FK) di UIN Sunan Kalijaga. Langkah ini menjadi magnet luar biasa mengingat tingginya minat lulusan sekolah menengah di Kalimantan untuk menempuh pendidikan kedokteran.

Dalam paparannya, Andini menekankan bahwa FK UIN Sunan Kalijaga tidak hanya mencetak dokter yang cakap secara klinis, tetapi juga memiliki keunikan yang membedakannya dari fakultas kedokteran di universitas umum.

“Fakultas Kedokteran kami dirancang dengan mengintegrasikan ilmu kedokteran modern dan nilai-nilai keislaman, serta mengedepankan pendekatan interdisipliner. Kami ingin melahirkan dokter-dokter masa depan yang tidak hanya terampil mendiagnosis penyakit fisik, tetapi juga memiliki empati tinggi, berintegritas, dan mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” jelas Andini.

Beliau juga memaparkan kesiapan infrastruktur FK UIN SUKA, mulai dari laboratorium mutakhir, kerja sama dengan rumah sakit pendidikan utama, hingga kuota dan jalur masuk resmi yang dapat diakses oleh siswa-siswi dari Samarinda dan sekitarnya melalui jalur integrasi keagamaan dan nasional.

Meneruskan pemaparan, Kepala Pusat PMB UINSI Samarinda, Dr. Muhammad Ridho Muttaqien, M.Pd., mengupas tuntas berbagai keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda sebagai tuan rumah sekaligus perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur.

Dr. Ridho menggarisbawahi posisi strategis UINSI Samarinda yang kini berada di lingkar utama penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini membuka peluang emas bagi mahasiswa UINSI untuk terlibat langsung dalam pembangunan peradaban baru Indonesia.

“UINSI Samarinda bukan lagi sekadar kampus lokal, melainkan wadah persemaian SDM unggul yang siap menyongsong era IKN. Kami menawarkan berbagai program studi yang telah terakreditasi Unggul dan Baik Sekali, didukung oleh fasilitas perkuliahan yang modern di Kampus 2, serta tenaga pendidik berkualitas yang mayoritas merupakan lulusan doktor dari dalam dan luar negeri, UINSI juga tidak membebani calon mahasiswa dengan adanya uang gedung atau Iuran Pengembangan Institusi (IPI) ” terang Dr. Ridho.

Lebih lanjut, ia menjelaskan berbagai kemudahan akses pendidikan di UINSI, termasuk ketersediaan berbagai skema beasiswa (seperti Beasiswa KIP-Kuliah, Beasiswa Tahfidz, dan Beasiswa Prestasi) serta didukung oleh program pemerintah kaltim biaya gratis pol untuk UKT (Uang Kuliah Tunggal) dengan catatan sebagai warga kaltim yang telah menetap kurang lebih paling lama 3 tahun.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak bangsa di Kalimantan Timur yang gagal kuliah hanya karena kendala ekonomi. UINSI siap menjadi jembatan kesuksesan mereka,” pungkasnya.

Acara sosialisasi kolaboratif ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif antara para kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), dan narasumber. Sinergi nyata antara UINSI Samarinda dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjadi bukti otentik bahwa di dalam dunia pendidikan, kolaborasi dan kebersamaan jauh lebih bermakna daripada sekadar kompetisi.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»