Buka Orientasi Pascasarjana, Rektor UINSI : Prof. Zurqoni Ingatkan Mahasiswa Pascasarjana UINSI Luruskan Niat dan Bangun Komunikasi Sehat

SAMARINDA, UINSI NEWS — Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar Orientasi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 yang dilaksanakan di gedung auditorium 22 Dzulhijjah UINSI Samarinda. Mengangkat urgensi penguatan etika akademik, pemahaman metode pembelajaran modern, hingga budaya komunikasi antara mahasiswa dan dosen, kegiatan ini menjadi pijakan awal bagi 373 mahasiswa baru jenjang Magister (S2) dan Doktoral (S3). Jumat, (21/8).

Direktur Pascasarjana UINSI Samarinda, Prof. Dr. H. Mukhammad Ilyasin, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa orientasi akademik memiliki kedudukan yang sangat krusial dalam menentukan keberhasilan studi. Beliau mengibaratkan orientasi sebagai “manasik akademik” yang membekali mahasiswa dengan peta jalan sebelum melangkah lebih jauh di rimba keilmuan.

“Masuk ke dunia pascasarjana tanpa pemahaman orientasi seperti masuk ke dalam hutan tanpa peta. Keberhasilan studi tidak hanya ditentukan saat menjalani perkuliahan teori, tetapi justru diuji saat penyusunan karya ilmiah akhir, baik tesis maupun disertasi,” ujar Prof. Ilyasin.

Beliau melaporkan bahwa antusiasme masyarakat untuk melanjutkan studi di Pascasarjana UINSI Samarinda terus mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun ini, penerimaan mahasiswa baru yang dibuka dalam tiga gelombang berhasil menjaring 373 mahasiswa, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencatatkan angka 340 mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., memberikan arahan sekaligus memaparkan materi kunci mengenai dinamika studi di perguruan tinggi. Rektor menggarisbawahi bahwa menuntut ilmu di tingkat pascasarjana adalah sebuah perjalanan akademik yang menuntut kesiapan mental, keluhuran etika, dan kemandirian.

“Dunia akademik pascasarjana itu ibarat ‘surga akademik’ bagi mereka yang mampu menikmati prosesnya, tetapi bisa terasa menekan jika tidak disikapi dengan bijak. Kuncinya ada pada komitmen, kelurusan niat, serta cara membangun komunikasi yang sehat dan santun antara mahasiswa dengan dosen pembimbing,” tegas Prof. Zurqoni.

Rektor juga mendorong para mahasiswa S2 dan S3 untuk tidak sekadar menerapkan konsep andragogi (pembelajaran orang dewasa), tetapi bertransformasi menuju heutagogi yakni pendekatan pembelajaran mandiri di mana mahasiswa secara aktif menentukan arah, metode, dan kedalaman riset akademiknya sendiri.

Menutup arahannya, Rektor mengingatkan seluruh mahasiswa untuk memantapkan niat belajar secara tulus (lillahi ta’ala) serta mematuhi seluruh rambu dan etika akademik yang berlaku di UINSI Samarinda.

Acara orientasi yang dilanjutkan dengan pengenalan jajaran pimpinan Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta Unit Penjaminan Mutu (UPM) ini ditutup dengan sesi pembekalan khusus mengenai pedoman tata tulis karya ilmiah dan matrikulasi akademik di masing-masing program studi.

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»