MUARA BADAK, UINSI NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Mulawarman (UNMUL) dan UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menggelar rangkaian edukasi literasi keuangan bagi siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Program yang dilaksanakan oleh Tim KKN Kolaborasi 52 tersebut menyasar dua sekolah, yakni SD Negeri 001 Muara Badak dan SMP Negeri 7 Muara Badak. Materi edukasi disesuaikan dengan jenjang usia peserta, mulai dari kebiasaan menabung dan mengelola uang saku hingga pengenalan risiko kejahatan keuangan digital.
Rangkaian kegiatan diawali di SD Negeri 001 Muara Badak, Desa Saliki, melalui program bertajuk “Money Heroes: Pahlawan Keuangan Cilik”. Selasa, (28/7).
Mengusung tema “Membangun Generasi Cerdas Finansial melalui Kebiasaan Menabung, Berhemat, dan Mengelola Uang Sejak Dini,” kegiatan ini diikuti oleh 45 siswa kelas VI.
Para siswa diperkenalkan pada dasar-dasar pengelolaan uang saku, pentingnya menabung dan berhemat, serta cara membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).
Agar materi lebih mudah dipahami, mahasiswa menyampaikan edukasi melalui media visual, kuis interaktif, serta praktik membuat dan menghias “Celengan Target”. Kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong siswa menentukan tujuan menabung sekaligus membangun kebiasaan mengelola uang sejak dini.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan, sebanyak 85 persen peserta mampu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Para siswa juga antusias mengikuti praktik pembuatan celengan dengan target tabungan masing-masing.
Rangkaian edukasi kemudian dilanjutkan di SMP Negeri 7 Muara Badak, Senin (3/8), dengan tema “Remaja Cerdas Finansial: Kenal Uang, Paham Masa Depan.”
Kegiatan yang diikuti 50 siswa kelas VII hingga IX tersebut membahas materi yang lebih kompleks, mulai dari pengelolaan dan pembagian uang saku, pengenalan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan di ruang digital.
Mahasiswa juga mengajak para siswa untuk mengenali bahaya penipuan daring, pinjaman daring ilegal, serta judi daring yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, khususnya bagi kalangan remaja.
Materi disampaikan menggunakan modul edukasi OJK, kuis digital interaktif melalui telepon pintar, serta diskusi bersama siswa. Metode tersebut digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang partisipatif sekaligus membantu peserta memahami persoalan keuangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua Kelompok KKN Kolaborasi, Muhammad Aditya, menyampaikan bahwa program literasi keuangan tersebut dirancang untuk membantu membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan generasi muda terhadap risiko kejahatan keuangan digital.
Menurutnya, pemahaman mengenai pengelolaan uang perlu diperkenalkan sejak dini agar anak dan remaja mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak sesuai dengan usia mereka.
Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan kegiatan karena materi yang disampaikan dinilai relevan dengan tantangan yang dihadapi anak dan remaja saat ini.
Melalui rangkaian edukasi tersebut, mahasiswa KKN Kolaborasi UNMUL-UINSI berharap literasi keuangan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari. Mulai dari menabung, menentukan prioritas kebutuhan, mengelola uang secara bijak, hingga lebih berhati-hati dalam menghadapi berbagai risiko keuangan di ruang digital.
Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembentukan generasi muda yang lebih disiplin, mandiri, dan cerdas secara finansial, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Penulis: Kelompok KKN Kolaborasi Desa Saliki
Editor: Selvi Ramadhani (HUMAS)







