SAMARINDA, UINSI NEWS — Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia menggelar program strategis Lemhannas Goes to Campus di UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda pada Selasa (22/9). Berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijjah Kampus 2 UINSI, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., serta diikuti sebanyak 1.200 mahasiswa baru bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan.
Mengawali jalannya acara, Rektor UINSI Samarinda dalam sambutannya membakar semangat ribuan mahasiswa dengan menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam memiliki potensi besar dan kesetaraan untuk memegang peran kepemimpinan strategis di tingkat nasional.
“Lulusan UIN juga bisa jadi ‘orang’ sukses dan berkontribusi besar bagi bangsa. Buktinya, Gubernur Lemhannas RI yang hadir di tengah kita saat ini merupakan alumni UIN,” tegas Rektor di hadapan para peserta.
Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memiliki peranan dalam pembangunan Indonesia. Keunggulan komparatif lulusan PTKIN terletak pada integrasi ilmu umum dan nilai keagamaan, yang memungkinkan mereka berkiprah di sektor pemerintahan, keagamaan, sosial, hukum, hingga pendidikan. Hal ini menjadi stimulus untuk mahasiswa dan alumni UIN agar terus mengasah diri dan beradaptasi dalam perubahan.
Selain memberikan motivasi, Rektor turut memaparkan perjalanan transformasi kelembagaan UINSI yang resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri pada tahun 2021. Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara), kedudukan ini memberikan ruang yang sangat luas bagi UINSI Samarinda.
Hal ini memberi UINSI peluang besar sebagai wadah untuk mengembangkan potensi akademik, memupuk kecakapan dan keterampilan intelektual, sekaligus mengasah religiusitas serta karakter moral mahasiswa secara seimbang.

Kehadiran program Lemhannas Goes to Campus ini semakin menguatkan potensi tersebut dengan memberikan pencerahan dan pembekalan wawasan kebangsaan, khususnya bagi para mahasiswa baru sebagai bagian dari generasi emas calon pemimpin masa depan. Melalui pemahaman ketahanan nasional yang kuat, para generasi muda diharapkan dapat berkontribusi aktif menjaga Indonesia agar tetap berdaulat, kokoh, dan tangguh di tengah dinamika global.




