Dukung Generasi Emas Kaltim, Hetifah Sjaifudian: UINSI Salah Satu Tempat Tepat Siapkan Pemimpin Masa Depan

SAMARINDA, UINSI NEWS — Dukungan kuat terhadap peran UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang unggul kembali mengalir. Anggota DPR RI Komisi 8 yang dikenal akrab dengan perhatiannya terhadap terkait kesejahteraan rakyat, pendidikan, serta perlindungan perempuan dan anak Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., memberikan apresiasi serta komitmen penuh bagi tumbuh kembang UINSI Samarinda dalam mencetak calon pemimpin bangsa.

Kehadiran figur penting ini menambah bobot strategis dalam agenda kampus bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Apalagi, figur pimpinan Lemhannas yang hadir, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., merupakan alumni UIN yang tumbuh dalam lingkungan pesantren, menjadi contoh nyata suksesnya kepemimpinan berlatar belakang keagamaan.

Dalam pandangannya, Hetifah menilai kampus UINSI Samarinda merupakan panggung yang sangat tepat untuk membicarakan masa depan Indonesia. Menurutnya, mahasiswa yang saat ini menimba ilmu di lingkungan UINSI tengah disiapkan menjadi pilar utama penopang kemajuan bangsa.

“Kampus UINSI adalah salah satu tempat yang tepat untuk membicarakan Indonesia. Anak-anak yang ada di lingkungan UIN sedang disiapkan untuk menjadi masa depan bangsa,” ujar Hetifah.

Ia menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi di tengah laju perkembangan teknologi yang sangat pesat, tanpa harus kehilangan jati diri dan akar moral. Di era transformasi digital, generasi muda dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter yang kokoh.

“Bagaimana perkembangan teknologi yang sangat pesat ini diharapkan tidak hanya melahirkan anak-anak yang cerdas dan pandai, tetapi juga punya karakter kuat. Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati diri,” tambahnya.

Atas dasar itulah, UINSI Samarinda layak mendapat dukungan untuk terus berkembang menjadi kawah candradimuka pendidik generasi bangsa. Perpaduan antara ilmu pengetahuan umum dan fondasi keagamaan menjadi modal dasar yang sangat kuat bagi mahasiswa dalam membangun daerah, provinsi, hingga tingkat nasional.

Lulusan UINSI diharapkan tidak hanya cakap secara teknologis dan kompeten di bidangnya, tetapi juga tetap memegang teguh nilai-nilai religiusitas.

Menutup pernyataannya, legislator asal Kaltim tersebut menyampaikan komitmen emosional dan dukungannya bagi keberlangsungan pendidikan di UINSI Samarinda.

“UINSI akan menjadi rumah kedua saya di Kalimantan Timur,” pungkas Hetifah.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»