Arga mengaku bahwa dirinya mendapat banyak pengalaman dan ilmu memanah dari banyak peserta.
“Alhamdulillah banyak mendapat ilmu dari para pemanah seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Kami berkumpul dalam suatu event dan menjalin silaturahmi sesama pemanah. Karena olahraga ini, bukan hanya berlaku untuk yang tua. Bahkan yang muda pun bisa mengambil andil besar dalam kegiatan ini.”
Sebagai atlet panahan, Arga mengaku bahwa lomba kali ini adalah yang pertama baginya untuk memanah di jarak 70 dan 90 meter.
“Struggle saya sebelum lomba, selama 3 bulan lamanya saya selalu mengusahakan untuk selalu berlatih memanah di jarak 70 meter dan 90 meter. Dan waktu lomba ini adalah pertama kalinya saya mengikuti di jarak segitu, karena sebelumnya saya hanya berlatih memanah biasa dan memanah diatas kuda.”
“Namun, dibalik itu semua, qadarullah, dengan keyakinan penuh dari latihan sebelumnya, Allah izinkan untuk memegang dan mendapat prestasi 64 besar dari 184 peserta seluruh Indonesia dalam ajang Nasional ini.” Syukurnya.
Mahasiswa semester lima itu juga mengajak mahasiswa UINSI untuk turut serta pada ajang olahraga tersebut di tahun depan.
“Harapan kedepan untuk mahasiswa UINSI agar kiranya bisa mengikuti ajang olahraga seperti ini. Karena bukan hanya benefit yang kita dapatkan, tetapi ilmu dan sunnah dari Nabi yang bisa kita dapatkan hanya dengan memanah. Insyaa Allah di tanggal 5 November 2022 dan 2-4 Desember 2022 kalian bisa ikut serta dalam ajang perlombaan ini di Festival Mahakam dan Open Borneo Archery 8 di Stadion Tapis, Paser.” (humas/rh).