DWP UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Hadiri Istighosah dan Pengajian Bulanan DWP Kemenag RI

SAMARINDA, UINSI NEWS,- Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Hadiri Istighosah dan Pengajian Bulanan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama RI bersama seluruh DWP dilingkungan Kemenag RI se-Indonesia melalui Virtual Meeting. Kamis (8/8).

Istighosah dan Pengajian Bulanan yang di gelar secara hybrid, online dan offline ini mengangkat tema “Relasi Syari’at dan Hakikat” dengan Penceramah Dr. KH. Ahmad Shodiq, MA. Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Menariknya, Kegiatan yang berlangsung di Kediaman Rumah Dinas Mentri Agama RI, Jl. Widya Chandra III, Jakarta Selatan, juga diikuti oleh Jajaran Bimas Hindu, Budha dan Kristen Katholik sebagai bentuk kebersamaan, silaturahmi dan toleransi dilingkungan Kemenag RI.

Dr. Sri Susmiyati, M.Pd. selaku ketua DWP UINSI Samarinda menghadiri kegiatan ini melalui Virtual Meeting bersama seluruh jajajaran pengurus DWP UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, mendukung penuh atas kegiatan-kegiatan yang secara rutin dilaksanakan oleh DWP Pusat dengan melibatkan seluruh DWP se-indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi serta mendukung segala program DWP Kemenag RI. Istighosah dan Pengajian ini juga harapannya selain menjadi wadah silaturahmi antar DWP se-Indonesia, selain itu kegiatan semacam ini selain menjadi wadah ilmu pengetahuan, ini juga menjadi suntikkan spiritualitas serta momen Charge Iman yang memberikan kesejukkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.” ungkapnya.

Ketua DWP Kemenag RI, Ny. Hilda Ainissyfa Ramdhani dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran DWP Kemenag se-Indonesia yang selalu antusias mengikuti program rutinan ini serta menyampaikan bagaimana Relasi Syari’at dan Hakikat menurut Imam Al-Ghazali sebagai pengantarnya.

“Senang rasanya kita semua dapat kembali hadir dalam sebuah majelis yang rutin kita laksanakan, kami ucapkan terima kasih kepada Ibu-ibu DWP Kemenag se-Indonesia yang selalu antusias membersamai program-program kita bersama ini. Terlebih pada momen ini kita juga mengangkat tema tentang Relasi Syari’at dan Hakikat, yang saya kutip menurut Imam Al-Ghazali antar keduanya memiliki relasi karena Syari’at merupakan aspek dzahir dan Hakikat sebagai aspek batin yang menjadi unsur penting dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan menjalani kehidupan sehari-hari.” ungkapnya.

Dr. Kh. Ahmad Shodiq, MA. dalam kesempatannya menyampaikan betapa pentingnya memahami kewajiban atas syari’at dan hakikat sebagai sebuah satu kesatuan yang harus dikombinasikan dalam pengamalannya dikehidupan sehari-hari, karena beragama harus secara dzahir dan batin sehingga dengan begitu umat muslim dapat mencapai kesempurnaan didalam beragama. (HUMAS/Mv)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»