Dorong Mutu Pelayanan Publik, Kepala Subbagian Layanan Akademik Rumuskan Filosofi “3I” dalam Bekerja

SAMARINDA, UINSI NEWS,— Kedisiplinan, kompetensi, dan ketepatan waktu bukan sekadar indikator performa kerja birokrasi, melainkan manifestasi dari nilai transendental yang berdimensi ibadah.

Prinsip fundamental inilah yang melandasi amanat penting dalam apel kesadaran sivitas akademika yang dilaksanakan di Halaman Rektorat Kampus UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda pada Senin, 13 Juli 2026. Amanat tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Subbagian Layanan Akademik, Muhammad Faisal Halim, S.Sos.I., M.Pd.

Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa setiap kontribusi administratif, sekecil apa pun wujudnya, memiliki signifikansi besar dan bernilai pahala bilamana diinisiasi dengan niat ibadah yang tulus kepada Allah SWT, serta didedikasikan untuk kemaslahatan keluarga dan masyarakat luas.

Kerja profesional di lingkungan akademik institusi keislaman sejatinya merupakan perpanjangan dari nilai-nilai spiritualitas yang diaktualisasikan dalam pelayanan publik. Guna mewujudkan ekosistem kerja yang unggul dan berkah, Muhammad Faisal Halim merumuskan “Tiga Pilar Utama” (3I) sebagai fondasi aparatur sipil dalam menjalankan tugasnya.

Pilar pertama bertumpu pada Istiqamah, yaitu keteguhan sikap dan konsistensi dalam mengemban amanah, baik dalam aspek standardisasi pelayanan publik, ketepatan penyelesaian tugas-tugas administratif, maupun akuntabilitas moral.

Pilar kedua adalah Ikhtiar, yang dimaknai sebagai komitmen total untuk mengerahkan seluruh kompetensi secara optimal demi mencapai standar mutu kerja tertinggi; sementara hasil akhir dari jerih payah tersebut diserahkan sepenuhnya kepada ketetapan Allah SWT yang senantiasi menilai dedikasi manusia dengan cara-cara yang tidak terprediksi.

Terakhir, pilar ketiga berupa Istigfar, yang berfungsi sebagai instrumen kontrol kualitas berbasis spiritual; jika hasil pekerjaan belum mencapai ekspektasi optimal, momen tersebut harus dijadikan ruang introspeksi objektif untuk mengidentifikasi celah kelemahan, memohon ampunan atas kekhilafan, dan melakukan perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.

Melalui internalisasi konsep Istiqamah, Ikhtiar, dan Istigfar ini, diharapkan seluruh jajaran Layanan Akademik UINSI Samarinda mampu mentransformasikan rutinitas kerja formal menjadi sebuah gerakan moral yang berdampak signifikan bagi kemajuan akademik dan pemenuhan kepuasan seluruh pemangku kepentingan

Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn
LANGUAGE»