SAMARINDA, UINSI NEWS, – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda, Dr. A. Rivai Beta, S.Pd., S.Psi., M.I.Kom., menyampaikan materi bertajuk “Moderasi Beragama dalam Semangat Kemerdekaan” dalam sebuah sesi pendidikan untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kaltim yang berlangsung di Aula BPSDM Kaltim. Materi tersebut mengajak para peserta untuk memahami bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya bermakna bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari kebencian dan prasangka antarumat beragama. Kamis, (30/7).
Dr. Rivai Beta menegaskan bahwa moderasi beragama adalah cara beragama yang adil, seimbang, dan menghargai martabat sesama. “Beragama dengan teguh tanpa menjadi kasar; berbeda keyakinan tanpa saling bermusuhan,” ujarnya. Ia juga meluruskan kesalahpahaman bahwa moderasi beragama bukan berarti menyamakan semua agama atau melemahkan keyakinan, melainkan menghormati hak orang lain dan menjaga kedamaian di ruang bersama.
Dalam paparannya, Dr. Rivai mengaitkan empat indikator moderasi beragama dari Kementerian Agama RI, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan ramah budaya lokal. Ia menekankan bahwa cinta tanah air tidak bertentangan dengan iman, justru iman hadir sebagai kebaikan bagi bangsa. “Siswa dari agama berbeda dapat sama-sama menjaga sekolah dan Indonesia. Menghormati upacara bendera adalah bagian dari persatuan,” tambahnya.
Tantangan di era digital juga menjadi perhatian serius. Dr. Rivai mengingatkan agar anak muda tidak mudah terprovokasi oleh konten di media sosial yang dapat memperbesar prasangka agama dan identitas. “Sebelum membagikan konten, cek sumbernya, baca utuh, dan tanyakan apakah itu memperkeruh suasana. Jangan sebarkan hinaan agama atau etnis,” pesannya.
Sesi ditutup dengan menegaskan komitmen untuk menjaga iman, menghormati keyakinan orang lain, menolak kebencian, dan merawat Indonesia sebagai rumah bersama. “Merdeka bukan hanya diwarisi, tetapi harus dirawat melalui kata yang santun, tindakan yang adil, dan persaudaraan yang tulus,” pungkas Dr. Rivai Beta.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang kuat dalam iman, santun dalam pergaulan, dan setia pada Indonesia, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 Pasal 29 yang menjamin kemerdekaan beragama. (*)




