SAMARINDA, UINSI NEWS — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menjadi salah satu unit yang didorong sebagai pilot project Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Penguatan komitmen tersebut mendapat dukungan langsung dari Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. H. Zurqoni, M.Ag., melalui penguatan budaya kerja profesional, disiplin, dan akuntabel.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor saat memimpin Apel Rutin Hari Senin di FTIK, Senin (3/8). Kegiatan turut dihadiri Dekan FTIK, para Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Program Studi, serta sivitas akademika FTIK.
Dalam amanatnya, Prof. Zurqoni mengapresiasi kesiapan FTIK sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan sekaligus menekankan pentingnya menjadikan pembangunan ZI sebagai gerakan perubahan yang tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Keberadaan Agent of Change (Agen Perubahan) Pembangunan ZI dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan FTIK. Menurut Rektor, komitmen terhadap ZI perlu diwujudkan melalui kerja yang terencana, kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kompetensi, serta penyelesaian pekerjaan secara tepat waktu.
“Ungkapan ini menekankan keseimbangan antara kepentingan duniawi dan akhirat. Dalam konteks kita sebagai ASN, hal tersebut diaktualisasikan melalui profesionalisme kerja yang berorientasi pada aturan, kinerja terukur, sekaligus bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” tegas Prof. Zurqoni.
Ia menekankan, ASN yang profesional harus memiliki perencanaan kerja yang jelas dan tidak sekadar menunggu perintah. Perencanaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan target individu, tetapi juga harus berkontribusi terhadap pencapaian target kelembagaan.
Dalam konteks FTIK sebagai pilot project ZI, prinsip tersebut menjadi penting untuk memastikan pembangunan Zona Integritas tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi diterjemahkan dalam tata kelola dan budaya kerja yang nyata.
Rektor juga mengingatkan pentingnya peningkatan kompetensi ASN di tengah transformasi digital dan Society 5.0. Penguasaan teknologi serta digitalisasi tata kelola administrasi dinilai menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik dan akademik yang efektif, adaptif, dan akuntabel.
Selain itu, Prof. Zurqoni mendorong setiap pegawai untuk membangun budaya kerja yang tuntas. Pekerjaan, surat-menyurat, maupun disposisi yang dapat diselesaikan pada hari yang sama tidak seharusnya ditunda hingga hari berikutnya.
“Prinsip meja bersih bukan berarti tiada debunya, melainkan tidak ada dokumen atau disposisi tertunda. Jika bisa dituntaskan hari ini, selesaikan hari ini sebelum pulang,” tambah Rektor.
Penguatan budaya kerja tersebut juga berkaitan dengan penerapan Manajemen Talenta di lingkungan Kementerian Agama RI. Rektor mengingatkan bahwa pengembangan karier dan promosi jabatan semakin menempatkan rekam jejak, riwayat kinerja, dan capaian yang terdokumentasi sebagai bagian penting dalam pengelolaan sumber daya manusia.
Karena itu, setiap pegawai didorong untuk membangun kinerja yang terukur dan terdokumentasi melalui instrumen seperti Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Prinsip tersebut sejalan dengan semangat pembangunan ZI yang menempatkan akuntabilitas dan kinerja sebagai bagian penting dari perubahan tata kelola.
Dukungan pimpinan terhadap penguatan ZI di FTIK juga menjadi bagian dari upaya UINSI Samarinda membangun tata kelola kelembagaan yang semakin baik. Terlebih, UINSI Samarinda saat ini juga tengah melangkah menuju Badan Layanan Umum (BLU), yang membutuhkan penguatan kinerja, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan institusi.
Melalui FTIK sebagai pilot project, pembangunan ZI diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran dan penguatan praktik tata kelola yang baik, sehingga nilai-nilai integritas, profesionalisme, disiplin, dan akuntabilitas semakin mengakar dalam pelaksanaan tugas.
Mengakhiri amanatnya, Prof. Zurqoni mengajak jajaran FTIK dan seluruh sivitas akademika UINSI Samarinda untuk menjaga komitmen tersebut dengan bekerja sesuai regulasi, menuntaskan tanggung jawab, serta meluruskan niat dalam menjalankan setiap amanah.
Bagi UINSI Samarinda, dukungan pimpinan dan keterlibatan aktif unit kerja menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan Zona Integritas tidak berhenti sebagai predikat atau dokumen, melainkan hadir sebagai budaya kerja yang dirasakan dalam tata kelola dan pelayanan sehari-hari.
Penulis : Novan Halim | Editor : Nisa Rahmawati










